Rupiah Diprediksi Berbalik Arah Menguat
Jum'at, 19 Agustus 2016 - 08:18 WIB
Rupiah Diprediksi Berbalik Arah Menguat
A
A
A
JAKARTA - Membaiknya laju komoditas serta indeks dolar Amerika Serikat (USD) yang melemah nampaknya masih belum dimanfaatkan pelaku pasar. Rupiah sendiri masih bergerak melemah 0,14% terhadap USD pada kisaran Rp13.113/USD.
"Laju rupiah diharapkan mampu berbalik arah seiring membaiknya pergerakan minyak dunia serta data inflasi yang kian stabil," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Jumat (19/8/2016).
Reza memprediksi rupiah akan bergerak di kisaran support Rp13.122/USD serta resisten Rp13.090/USD dan tetap cermati sentimen yang ada.
Sementara, masih belum adanya kesepakatan terkait kenaikan tingkat suku bunga oleh para petinggi The Fed membuat laju USD masih tertekan dan berdampak pada penguatan yen di Asia.
Di sisi lain, data-data yang mendukung seperti current account Europe yang surplus 37,6 miliar euro (vs 37,5 miliar) YoY, UK retail sales meningkat 1,4% (vs -0.9%), dan meningkatnya pekerja di Australia menjadi katalis positif tersendiri untuk EUR, GBP, serta AUD.
"Rupiah sempat menguat seiring optimisme terhadap tingkat pertumbuhan ekonomi dalam RAPBN 2017 sebesar 5,3%, naik dari target APBN-P 2016 sebesar 5,1%. Namun, di akhir perdagangan berbalik melemah jelang RDI-BI untuk membahas penerapan 7-day reverse repo," pungkasnya.
"Laju rupiah diharapkan mampu berbalik arah seiring membaiknya pergerakan minyak dunia serta data inflasi yang kian stabil," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Jumat (19/8/2016).
Reza memprediksi rupiah akan bergerak di kisaran support Rp13.122/USD serta resisten Rp13.090/USD dan tetap cermati sentimen yang ada.
Sementara, masih belum adanya kesepakatan terkait kenaikan tingkat suku bunga oleh para petinggi The Fed membuat laju USD masih tertekan dan berdampak pada penguatan yen di Asia.
Di sisi lain, data-data yang mendukung seperti current account Europe yang surplus 37,6 miliar euro (vs 37,5 miliar) YoY, UK retail sales meningkat 1,4% (vs -0.9%), dan meningkatnya pekerja di Australia menjadi katalis positif tersendiri untuk EUR, GBP, serta AUD.
"Rupiah sempat menguat seiring optimisme terhadap tingkat pertumbuhan ekonomi dalam RAPBN 2017 sebesar 5,3%, naik dari target APBN-P 2016 sebesar 5,1%. Namun, di akhir perdagangan berbalik melemah jelang RDI-BI untuk membahas penerapan 7-day reverse repo," pungkasnya.
(izz)
Lihat Juga :