10 Tahun Krisis Listrik, Kini Warga Raja Ampat Tersenyum

Jum'at, 19 Agustus 2016 - 11:16 WIB
10 Tahun Krisis Listrik,...
10 Tahun Krisis Listrik, Kini Warga Raja Ampat Tersenyum
A A A
WAISAI - Warga di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, akhirnya bernafas lega. Krisis listrik yang dialami masyarakat sejak 10 tahun terakhir, sekarang sudah berakhir. Sistem pengoperasian kelistrikan di Raja Ampat yang sebelumnya dikelola BUMD dan swasta, akhirnya dialihkan ke PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) alias PLN.

Hal ini ditandai dengan nota kesepahaman dan peluncuran kelistrikan "Raja Ampat Terang", yang dilakukan bertepatan dengan HUT ke-71 Republik Indonesia di lapangan Pantai Waisai Torang Cinta. Ratusan masyarakat dan Pemda antusias menghadiri peluncuran tersebut.

Selain peluncuran program kelistrikan Raja Ampat Terang, PLN wilayah Maluku Papua, juga meresmikan operasional jam kantor PLN di Distrik Saonek, dimana sebelumnya beroperasi 12 jam, kini beroperasi 24 jam.

General Manager PLN wilayah Maluku dan Papua, Yohanes Sukrilismono, mengatakan, pengoperasian listrik di kabupaten Raja Ampat bertujuan meningkatkan layanan jam nyala operasi listrik di kabupaten tersebut.

Menurut Yohanes, sejumlah daerah termasuk Raja Ampat, selama ini operasional listrik belum 24 jam, sehingga kerap menyulitkan aktifitas masyarakat. Dengan kehadiran PLN dalam program Papua Terang dan Raja Ampat Terang ini, diharapkan mampu mengelektrifikasi seluruh wilayah Kabupaten Raja Ampat hingga tahun 2020 mendatang.

Tidak hanya Kabupaten Raja Ampat, namun di beberapa daerah lain di Provinsi Papua dan Papua Barat, juga sedang dilakukan pembangunan pembangkit oleh PLN. “Selain Raja Ampat, kami juga membangun pembangkit listrik di Kabupaten Deiyai, Provinsi Papua, Kabupaten Teluk Wondama, dan Pegunungan Arfak Papua Barat,” ungkapnya pada Jumat, (19/8/2016).

Dikatakan Yohanes, untuk berbisnis listrik sendiri atau dikelola pemerintah daerah diakuinya sangat berat. Pasalnya anggaran yang dikeluarkan yang bersumber dari APBD sangat besar sehingga memberatkan pemerintah daerah. “Bisnis listrik kalau dikelola daerah itu berat, harus yang kompeten,” ucapnya.

Yohanes menambahkan adapun empat program Papua Terang yang dilaksanakan meliputi: elektrifikasi ibu kota kabupaten, program listrik pedesaan, jam nyala yang bertujuan memudahkan masyarakat dalam beraktifitas, dan listrik untuk pulau terluar Raja Ampat.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kompor Induksi Buat...
Kompor Induksi Buat Hidup Jadi Lebih Praktis, Nyaman dan Hemat
Pemkab Tasikmalaya Optimis...
Pemkab Tasikmalaya Optimis Pengembangan Biomassa PLN Angkat Ekonomi Daerah
Dorong Kemandirian Ekonomi,...
Dorong Kemandirian Ekonomi, YBM PLN Target Bentuk 96 Kelompok Usaha Cahaya
PLN Runners Bertekad...
PLN Runners Bertekad Sukseskan PLN Mobile Color Run 2025 di Palembang
Program Ikatan Kerja...
Program Ikatan Kerja PT PLN (Persero) Resmi Dibuka, Ini Persyaratannya!
Alasan PLN Matikan Listrik...
Alasan PLN Matikan Listrik Pelanggan saat Hujan Deras
Berita Terkini
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
5 menit yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
13 menit yang lalu
Bank Mantap Serahkan...
Bank Mantap Serahkan Santunan kepada Ahli Waris Jenderal Purn Ryamizard Ryacudu
36 menit yang lalu
Heboh Kabar Direksi...
Heboh Kabar Direksi PLN Dirombak, Bos BP BUMN Buka Suara
51 menit yang lalu
BPDP, Ditjenbun dan...
BPDP, Ditjenbun dan AKPY Latih 122 Pekebun Sawit OKI Tingkatkan Kualitas Panen
1 jam yang lalu
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Penduduknya...
10 Negara Penduduknya Paling Bahagia di Dunia Tahun 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved