Tiga Alasan BI Merevisi Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2016

Sabtu, 20 Agustus 2016 - 00:32 WIB
Tiga Alasan BI Merevisi...
Tiga Alasan BI Merevisi Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2016
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2016 menjadi 4,9%-5,3%. Revisi ini bukan tanpa alasan. Karena BI melihat masih ada dampak ekonomi global dan kegiatan domestik yang cukup mempengaruhi revisi pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2016.

Setidaknya, ada tiga faktor utama yang menjadi sebab mengapa BI merevisi pertumbuhan ekonomi Indonesia dari yang sebelumnya dipatok 5%-5,4%.

"Ini kami revisi sebagai bentuk indikasi penyesuaian fiskal oleh pemerintah yang dalam konteks ini, BI memandang itu sesuatu yang diperlukan untuk memperbaiki atau mendukung kinerja pertumbuhan ekonomi kita," kata Deputi Gubernur Bank Indonesia Perry Warjio di kantornya, Jakarta, Jumat (19/8/2016).

Kedua yakni, proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia juga menurun. Hal ini terlihat dari perekonomian negara Amerika Serikat, China dan negara-negara di Eropa.

"Amerika Serikat masih membaik tentunya ini juga masih juga dipengaruhi oleh Fed fund rate. Kami menduga FFR ini tidak akan naik lagi di tahun ini. Kemudian paska Brexit, ada kecenderungan ekonomi Eropa menurun dan ekonomi China yang juga masih tidak terlalu tinggi," kata Perry.

Perry juga melihat, BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi di 2016 secara dunia diperkirakan 3,1% dan di 2017 3,2%, dari yang sebelumnya diperkirakan untuk 2017, yaitu 3,3%-3,4%.

"Faktor ekonomi dunia ini mendorong kenapa BI turunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia," katanya. (Baca: Mulai Hari Ini, BI Tetapkan Suku Bunga 7 Days Repo Rate 5,25%)

Ketiga, permintaan domestik khususnya untuk investasi swasta masih memerlukan waktu untuk recovery. BI melihat sudah ada tanda-tanda indikasi permintaan investasi swasta naik sebagai dampak stimulasi fiskal dari yang dilakukan pemerintah ataupun relaksasi makroprudensial BI.

"Tapi indikator selama ini ternyata tidak sekuat yang kami perkirakan. Dalam konteksi ekspektasi bisnisnya yang belum kuat. Tapi BI yakin tren perbaikan ekonomi akan tetap bahwa Indonesia sudah melewati titik terendah pertumbuhan ekonomi yang terjadi pada tahun lalu," tutup Perry.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
BI Proyeksikan Ekonomi...
BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 4,7 Persen hingga 5,5 Persen di 2025
BI Optimistis Ekonomi...
BI Optimistis Ekonomi Indonesia Capai 5,5% di 2024
BI Proyeksikan Ekonomi...
BI Proyeksikan Ekonomi Indonesia Tumbuh 4,9%–5,7% di 2026
Uji Kelayakan jadi Deputi...
Uji Kelayakan jadi Deputi Gubernur BI, Ini Jurus Juda Agung Selamatkan Ekonomi RI
Ramalan Bos BI: Ekonomi...
Ramalan Bos BI: Ekonomi Indonesia 2024 Tumbuh di Kisaran 4,7-5,5%
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
2 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
3 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
4 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
4 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
4 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
4 jam yang lalu
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved