Wall Street Berakhir Lebih Rendah di Tengah Penantian Investor
Sabtu, 20 Agustus 2016 - 08:13 WIB
Wall Street Berakhir Lebih Rendah di Tengah Penantian Investor
A
A
A
NEW YORK - Rata-rata saham di bursa Amerika Serikat (AS) berakhir lebih rendah pada perdagangan kemarin waktu setempat, dipimpin penurunan saham-saham sektor utilitas. Sementara investor masih memantau propek terkait kenaikan suku bunga AS atau Fed rate dalam beberapa bulan mendatang.
Dilansir Reuters, Sabtu (20/8/2016) tercatat indeks Dow Jones industrial average berakhir turun 45,13 poin atau 0,24% ke level 18.552,57, sedangkan indeks S&P 500 kehilangan 3,15 poin atau 0,14 % dan ditutup pada level 2.183,87. Pelemahan juga terjadi pada komposit Nasdaq yang menyusut sebesar 1,77 poin atau 0,03% ke level 5.238,38.
Selama sepekan Dow Jone berkurang 0,1% dan S & P 500 menurun 0,01% ketika Nasdaq justru naik 0,1%. Patokan indeks S & P 500 sepanjang tahun ini masih mencatat hasil positif dengan kenaikan 6,8% saat indeks energi SPNY berkurang 0,8%. Pada akhir pekan volume perdagangan Wall Street terbilang lemah.
Hanya sekitar 5,7 miliar saham yang bergerak pada perdagangan bursa saham AS kemarin Jumat (19/8), dibandingkan dengan rata-rata harian sebesar 6,4 miliar saham selama 20 sesi perdagangan. Hal ini menurut data perdagangan yang disampaikan oleh Thomson Reuters.
Sementara sepanjang perdagangan saham energi terbilang melemah, meskipun harga minyak mentah menetap lebih tinggi. Indeks S & P utilitas cenderung turun saat ekspektasi investor terhadap kenaikan suku bunga semakin tinggi. Indeks telekomunikasi juga mengalami pelemahan atau turun 0,9%.
Sebelumnya Presiden Bank Sentral San Francisco John Williams mengatakan jika Fed atau Bank Sentral AS telah menunggu terlalu lama untuk menaikkan suku bunga acuan. Hal tersebut menurutnya bisa dibayar mahal untuk ekonomi AS dan dia menyakini suku bunga harus naik pada September nanti.
Dilansir Reuters, Sabtu (20/8/2016) tercatat indeks Dow Jones industrial average berakhir turun 45,13 poin atau 0,24% ke level 18.552,57, sedangkan indeks S&P 500 kehilangan 3,15 poin atau 0,14 % dan ditutup pada level 2.183,87. Pelemahan juga terjadi pada komposit Nasdaq yang menyusut sebesar 1,77 poin atau 0,03% ke level 5.238,38.
Selama sepekan Dow Jone berkurang 0,1% dan S & P 500 menurun 0,01% ketika Nasdaq justru naik 0,1%. Patokan indeks S & P 500 sepanjang tahun ini masih mencatat hasil positif dengan kenaikan 6,8% saat indeks energi SPNY berkurang 0,8%. Pada akhir pekan volume perdagangan Wall Street terbilang lemah.
Hanya sekitar 5,7 miliar saham yang bergerak pada perdagangan bursa saham AS kemarin Jumat (19/8), dibandingkan dengan rata-rata harian sebesar 6,4 miliar saham selama 20 sesi perdagangan. Hal ini menurut data perdagangan yang disampaikan oleh Thomson Reuters.
Sementara sepanjang perdagangan saham energi terbilang melemah, meskipun harga minyak mentah menetap lebih tinggi. Indeks S & P utilitas cenderung turun saat ekspektasi investor terhadap kenaikan suku bunga semakin tinggi. Indeks telekomunikasi juga mengalami pelemahan atau turun 0,9%.
Sebelumnya Presiden Bank Sentral San Francisco John Williams mengatakan jika Fed atau Bank Sentral AS telah menunggu terlalu lama untuk menaikkan suku bunga acuan. Hal tersebut menurutnya bisa dibayar mahal untuk ekonomi AS dan dia menyakini suku bunga harus naik pada September nanti.
(akr)
Lihat Juga :