Wall Street Berakhir Melemah Terseret Saham Energi
Selasa, 23 Agustus 2016 - 09:18 WIB
Wall Street Berakhir Melemah Terseret Saham Energi
A
A
A
NEW YORK - Wall Street sedikit berubah pada perdagangan kemarin waktu setempat, saat penurunan harga minyak membuat saham sektor energi berada di bawah tekanan. Tercatat harga minyak telah mengalami penurunan lebih dari 3% setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam dua bulan pada pekan sebelumnya.
Dilansir Reuters, Selasa (23/8/2016) indeks Dow Jones industrial average mengalami kejatuhan sebesar 23,15 poin atau 0,12% ke level 18.529,42 dan indeks S & P 500 kehilangan 1,23 poin atau 0,06% ke level 2.182,64. Di sisi lain komposit Nasdaq justru menguat 0,12% atau setara dengan 6,23 poin ke posisi 5.244,60.
Indeks S & P energi berkurang 0,9% untuk mencetak kinerja terburuk dalam dua pekan dan menjadi yang paling rendah dari 10 indeks utama S & P. Sementara investor masih fokus menanti pidato Gubernur The Fed Janet Yellen pada pertemuan bankir tahunan di Jackson Hole untuk menilai kemungkinan kenaikan suku bunga acuan dalam beberapa bulan mendatang.
"Selain minyak dan kemudian kita punya Jackson Hole yang masih penuh ketidakpastian. Selalu ada beberapa kejutan yang terjadi pada Jackson Hole," ucap Kepala Investasi Bank BMO Jack Ablin di Chicago.
Isu kenaikan suku bunga acuan AS atau Fed rate diperkuat oleh pernyataan Wakil Ketua Fed Stanley Fischer yang mengeluarkan komentar bahwa ekonomi AS semakin dekat dengan target inflasi dan data ketenagakerjaan. Biotek saham menerima dorongan dari Pfizer (PFE.N) akuisisi perusahaan pembuat obat kanker Medivation (MDVN. O) senilai USD14 miliar.
Saham Medivation melompat hampir 20% untuk memberikan sentimen terbesar terhadap Nasdaq. 479 perusahaan di S & P 500 yang telah melaporkan pendapatan, 71% di antaranta melelebihi harapan Wall Street, menurut data Thomson Reuters. Sekitar 5,3 miliar saham diperdagangkan dibandingkan dengan 6,38 miliar rata-rata harian selama 20 sesi.
Dilansir Reuters, Selasa (23/8/2016) indeks Dow Jones industrial average mengalami kejatuhan sebesar 23,15 poin atau 0,12% ke level 18.529,42 dan indeks S & P 500 kehilangan 1,23 poin atau 0,06% ke level 2.182,64. Di sisi lain komposit Nasdaq justru menguat 0,12% atau setara dengan 6,23 poin ke posisi 5.244,60.
Indeks S & P energi berkurang 0,9% untuk mencetak kinerja terburuk dalam dua pekan dan menjadi yang paling rendah dari 10 indeks utama S & P. Sementara investor masih fokus menanti pidato Gubernur The Fed Janet Yellen pada pertemuan bankir tahunan di Jackson Hole untuk menilai kemungkinan kenaikan suku bunga acuan dalam beberapa bulan mendatang.
"Selain minyak dan kemudian kita punya Jackson Hole yang masih penuh ketidakpastian. Selalu ada beberapa kejutan yang terjadi pada Jackson Hole," ucap Kepala Investasi Bank BMO Jack Ablin di Chicago.
Isu kenaikan suku bunga acuan AS atau Fed rate diperkuat oleh pernyataan Wakil Ketua Fed Stanley Fischer yang mengeluarkan komentar bahwa ekonomi AS semakin dekat dengan target inflasi dan data ketenagakerjaan. Biotek saham menerima dorongan dari Pfizer (PFE.N) akuisisi perusahaan pembuat obat kanker Medivation (MDVN. O) senilai USD14 miliar.
Saham Medivation melompat hampir 20% untuk memberikan sentimen terbesar terhadap Nasdaq. 479 perusahaan di S & P 500 yang telah melaporkan pendapatan, 71% di antaranta melelebihi harapan Wall Street, menurut data Thomson Reuters. Sekitar 5,3 miliar saham diperdagangkan dibandingkan dengan 6,38 miliar rata-rata harian selama 20 sesi.
(akr)
Lihat Juga :