Perlambatan Utang Swasta di Dorong Lemahnya Ekspor

Rabu, 24 Agustus 2016 - 01:23 WIB
Perlambatan Utang Swasta...
Perlambatan Utang Swasta di Dorong Lemahnya Ekspor
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyatakan, perlambatan utang luar negeri (ULN)swasta diprediksi karena pemulihan permintaan eskpor yang belum signifikan sehingga dunia usaha tidak memerlukan alternatif pendanaan untuk memperluas produksi. Tercatat, utang luar negeri sektor swasta mencapai USD165,1 miliar (51,0% dari total ULN)

Angka tersebut turun 3,1% (yoy) lebih dalam dibandingkan dengan penurunan pada kuartal sebelumnya sebesar 0,5% (yoy).

Departemen Statistik Bank Indonesia, Hendy Sulistiowati mengatakan, perlambatan utang swasta hingga tengah tahun sudah diprediksi BI. Apalagi pada kuartal I dan II kinerja ekspor manufaktur masih stagnan dan belum menarik korporasi untuk meningkatkan produksi.

Menurut Hendy, dari sektor ekonomi, posisi utang luar negeri swasta pada akhir kuartal II 2016 terkonsentrasi di sektor keuangan, industri pengolahan, pertambangan, serta listrik, gas dan air bersih. Pangsa utang luar negeri keempat sektor tersebut terhadap total utang luar negeri swasta mencapai 75,9%.

"Bila dibandingkan dengan kuartal I 2016, pertumbuhan tahunan utang luar negeri sektor listrik, gas dan air bersih tercatat meningkat sedangkan pertumbuhan tahunan utang luar negeri sektor industri pengolahan tercatat melambat," ujar dia saat diskusi bareng media di Jakarta, Selasa (23/8/2016).

Sementara itu, pertumbuhan tahunan utang luar negeri sektor pertambangan dan sektor keuangan mengalami kontraksi yang lebih dalam. (Baca: Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp4.278 Triliun)

"Kami juga lihat ekspor kita masih negatif, baik manufaktur maupun sumber daya alam, jadi buat apa utang banyak-banyak kalau produksi saja masih turun," imbuhnya.

Sehingga, lanjut dia, banyak korporasi yang lebih memilih untuk membayar utang yang sudah ditarik pada tahun lalu daripada mengajukan penarikan utang baru.

Dia memprediksi, posisi utang luar negeri swasta di akhir tahun akan meningkat. Bank Indonesia juga akan terus memantau perkembangan utang luar negeri, khususnya utang luar negeri sektor swasta.

"Hal ini dimaksudkan untuk memberikan keyakinan bahwa utang luar negeri dapat berperan secara optimal dalam mendukung pembiayaan pembangunan tanpa menimbulkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas makro ekonomi," kata Hendy.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Utang RI Menumpuk Akibat...
Utang RI Menumpuk Akibat Pandemi, Rekomendasi Ini Bisa Diambil Pemerintah
Bukan Prioritas, Pemerintah...
Bukan Prioritas, Pemerintah Diminta Stop Dulu Berutang untuk Biayai Infrastruktur
Utang Pemerintah Masih...
Utang Pemerintah Masih Akan Menumpuk hingga Akhir Tahun, Apa Penyebabnya
Terungkap! Utang Pemerintah...
Terungkap! Utang Pemerintah Separuh Lebih dari Pinjaman Asing
Catet Nih! Utang Indonesia...
Catet Nih! Utang Indonesia Turun ke Rp5.662 Triliun
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
6 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
6 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
6 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
7 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
7 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
8 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved