Pertumbuhan Seret, Perbarindo Rangkul Empat Perusahaan

Kamis, 25 Agustus 2016 - 17:31 WIB
Pertumbuhan Seret, Perbarindo...
Pertumbuhan Seret, Perbarindo Rangkul Empat Perusahaan
A A A
YOGYAKARTA - Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) melakukan penandatanganan nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Bank Mandiri Tbk, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, PT Asuransi Kredit Indonesia dan PT Veda Praxis. Penandatanganan ini untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat.

Ketua Umum Perbarindo Joko Suyanto mengatakan, BPR di seluruh Indonesia termasuk BPRS sedang menghadapi situasi dan kondisi ekonomi sulit. Di tengah kondisi makro ekonomi sulit 2015 hingga 2016, persaingan lembaga keuangan semakin ketat.

Akibatnya, BPR mengalami kesulitan meningkatkan pertumbuhan bisnis dibanding tahun-tahun sebelumnya.
"Saat ini, sangat sulit untuk mengejar pertumbuhan seperti sebelum 2015," tuturnya saat penandatangan MOu di Hotel Royal Ambarrukmo, Yogyakarta, Kamis (25/8/2016).

Dia mengakui, pertumbuhan BPR dua tahun terakhir memang sulit. Sebelum 2015 pertumbuhan BPR masih mampu double digit. Namun, sejak 2015 hingga pertengahan 2016, pertumbuhan BPR melambat, hanya di angka singgle digit, dan hingga pertengahan Agustus 2016 pertumbuhan BPR hanya 8,2% dan akhir tahun lalu 9,7%.

Memang, lanjut dia, indikator perlambatan sudah banyak terlihat sejak akhir 2014. Kualitas BPR sudah mulai terasa seret, seperti terlihat dari angka gross Net Performance Loan (NPL) di angka 4%-5% gross. Dan akhir tahun lalu angka NPL BPR menyentuh level 6%.

Hal tersebut menunjukkan secara makro prudential isu nasional berpengaruh pada perkembangan industri keuangan khususnya BPR. "Kita mencoba memecahkan masalah kelangsungan hidup BPR," ujarnya.

Menurutnya, BPR didirikan pada 1989-2000 selalu bersanding dengan rakyat. Karena regulasi saat itu memungkinkan hanya di ibu kota, kecamatan. Bahkan BPR bisa didirikan dengan modal kecil hanya Rp50 juta.

Mandat pendirian untuk mensejahterakan masyarakat, maka BPR harus bisa memberdayakan masyarakat yang menginginkan pelayanan keuangan yang cepat tetapi dengan akuntabilitas terjaga.

Karena itu, tandas Joko, BPR harus membuat terobosan untuk menyikapi perubahan. Apalagi saat ini, masyarakat sekarang sudah banyak yang berubah. 1.640 BPR dan 150 BPRS harus berubah mengikuti tuntutan masyarakat.

Atas dasar itu, mau tidak mau maka BPR harus berubah dan melakukan perubahan agar dipercaya masyarakat di tengah dinamika industri lembaga keuangan yang terjadi belakangan ini. "Kalau tidak berubah mengikuti perkembangan dan perubahan masyarakat maka akan ditinggalkan," tuturnya.

Ketua Perbarindo DIY Ascar Setiyono mengatakan, Perbarindo pusat sudah membukakan pintu kerja sama dengan pihak lain. Maka, Perbarindo juga harus mengikuti jejak kerja sama tersebut.

Dia mengatakan, anggota Perbarindo DIY harus menyesuaikan kerja sama tersebut. Meski ia mengakui jika tidak semua BPR di DIY masih belum memenuhinya. "Kemampuan BPR di DIY itu bermacam-macam," ujarnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Gelar Talkshow, BPR...
Gelar Talkshow, BPR Hasamitra Ajak Tangkap Peluang Pascapandemi
Tahun 2022, BPR Hasamitra...
Tahun 2022, BPR Hasamitra Target Kinerja Tumbuh Double Digit
Usung Konsep Community...
Usung Konsep Community Hub, Universal BPR Resmikan Kantor di Tangerang
Kembangkan Bisnis, Dua...
Kembangkan Bisnis, Dua Pendiri KoinWorks Akuisisi BPR
Dapat Kucuran Dana dari...
Dapat Kucuran Dana dari BJB, BPR Kredit Mandiri Berikan Layanan Prima
Gunakan Teknologi, Cara...
Gunakan Teknologi, Cara BPR Hadapi Era New Normal
Berita Terkini
Distribusi BBM di Kota...
Distribusi BBM di Kota Medan Makin Lancar, Antrean di SPBU Mulai Normal
17 menit yang lalu
Jebakan Ilusi PDB, Mantan...
Jebakan Ilusi PDB, Mantan Menkeu Fuad Bawazier Ungkap Fakta di Balik Utang RI Rp8.000 Triliun
27 menit yang lalu
AKPY-BPDP Latih Pekebun...
AKPY-BPDP Latih Pekebun Sawit di Paser Tingkatkan Nilai Jual TBS
30 menit yang lalu
Minat Berkurang, Harga...
Minat Berkurang, Harga Patokan Ekspor Emas Turun di Periode Juli 2026
2 jam yang lalu
Mendorong Penerapan...
Mendorong Penerapan Ekonomi Sirkular di Industri Sawit
3 jam yang lalu
Marketing CoE Danantara,...
Marketing CoE Danantara, Jasa Marga Jadi Mentor Pengelolaan Command Center
4 jam yang lalu
Infografis
BUMN Dipangkas Jadi...
BUMN Dipangkas Jadi 30, Ini Perusahaan yang Bakal Dimerger
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved