Sri Mulyani: Bayar Pajak Itu Bukan Eksploitasi

Rabu, 31 Agustus 2016 - 20:35 WIB
Sri Mulyani: Bayar Pajak...
Sri Mulyani: Bayar Pajak Itu Bukan Eksploitasi
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan, keinginan pemerintah agar para wajib pajak membayar pajak secara taat, bukanlah bentuk eksploitasi terhadap masyarakat. Hal ini dikatakannya menanggapi keresahan masyarakat terhadap program pengampunan pajak (tax amnesty).

Dia mengatakan, pajak adalah konsekuensi yang harus ditanggung warga negara Indonesia (WNI) untuk sama-sama membangun negara. Semangat tax amnesty, sambung dia, adalah agar warga negara Indonesia (WNI) yang memiliki potensi keekonomian besar dapat melakukan kewajibannya membayar pajak.

"Sekarang ini tujuan kami adalah bagiamana menciptakan semacam semangat kebersamaan, bahwa kita memiliki negara ini negara merdeka dan berdaulat, oleh karena itu perlu dijaga dan didanai oleh kita. Oleh karena itu siapa saja yang punya potensi kekonomian dia harus melakukan kewajiban sebagai warga negara yang baik," katanya di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Rabu (31/8/2016).

Oleh karena itu, sambung mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini, pemungutan pajak selalu dilakukan dengan prinsip keadilan, kesetaraan dan good governance. "Sehingga masyarakat merasa bahwa membayar pajak itu bukan untuk eksploitasi. Tapi konsekuensi sebagai WNI yang harus ikut mendanai aktivitas republik ini," imbuh dia.

Sementara terkait program amnesti pajak, mantan Menkeu era Presiden SBY ini memastikan bahwa ‎pengampunan pajak bukanlah kewajiban. Amnesti pajak adalah hak yang bisa digunakan ataupun tidak digunakan oleh masyarakat.

Apalagi, tambahnya, prioritas utama yang disasar pemerintah adalah wajib pajak yang memiliki dana besar khususnya yang ada di luar negeri. Sebab, wajib pajak tersebut memiliki pengembalian paling besar namun risiko kecil.

"Apakah kita akan memfokuskan kepada yang besar? tentu saja. Kalau disebutkan effort by risk atau effort by return, tentu kita akan maximize effort yang return paling besar dan risk yang paling kecil, dan itu adalah WP yang tadi sudah di identify," tuturnya.

Dia pun meminta agar seluruh kantor wilayah (kanwil) pajak agar dapat memfokuskan sasaran amnesti pajak kepada "the top of tax payer" di masing-masing daerah. "‎Tapi kami tidak menutup sama sekali, karena bisa saja ada tax payer yang sama sekali belum punya NPWP dan surprising mereka datang dengan harta cukup besar‎," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Per 1 Juli Netflix dan...
Per 1 Juli Netflix dan Zoom Dikenai Pajak
Dihantam Covid-19, hingga...
Dihantam Covid-19, hingga April Penerimaan Pajak Turun 0,9%
Maksimalkan Potensi...
Maksimalkan Potensi Penerimaan Pajak dari Sektor Digital
Pajak Digital Belum...
Pajak Digital Belum Disepakati G20, Sri Mulyani Ungkap Gara-gara AS
Viral Pegawai Pajak...
Viral Pegawai Pajak Lakukan KDRT, DJP: Sudah Ditangani Polisi
Ini Lho Alasan Kenapa...
Ini Lho Alasan Kenapa Sepeda Masuk Objek Wajib Lapor SPT
Berita Terkini
Perkuat Talenta Energi...
Perkuat Talenta Energi melalui Program GLOBE Berbasis AI, Pertamina Drilling Gandeng ELSA Business
5 jam yang lalu
7 Tahun Pimpin BI Sebelum...
7 Tahun Pimpin BI Sebelum Mundur, Perry Warjiyo Punya Karir Panjang dan Cemerlang
6 jam yang lalu
Ribuan Sengketa Pajak...
Ribuan Sengketa Pajak Bermunculan, Perbedaan Tafsir Masih Jadi Pemicu Utama
6 jam yang lalu
Pj Gubernur BI: Proses...
Pj Gubernur BI: Proses Pergantian Perry Warjiyo Ikuti Mekanisme UU, Belum Ada Nama Calon
7 jam yang lalu
Resmi Beroperasi, Bali...
Resmi Beroperasi, Bali Gapura Marina Siap Tampung 180 Yacht Standar Global
8 jam yang lalu
Menko Airlangga Soal...
Menko Airlangga Soal Mundurnya Gubernur BI Perry Warjiyo: Yang Penting Institusinya
8 jam yang lalu
Infografis
Inilah Bupati Pati yang...
Inilah Bupati Pati yang Diprotes Warganya karena Naikkan Pajak 250%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved