Luhut Mengaku Banyak Belajar Kepada Arcandra

Kamis, 01 September 2016 - 15:04 WIB
Luhut Mengaku Banyak...
Luhut Mengaku Banyak Belajar Kepada Arcandra
A A A
JAKARTA - Setelah tak lagi menjabat sebagai Menteri ESDM, Luhut mengaku masih intens berdiskusi dengan Arcandra Tahar terkait kebijakan di sektor ESDM. Bahkan belajar dari pemikiran pria yang lama berdomisili di AS itu. Pasalnya, mantan Menkopolhukam ini didapuk menggantikan Arcandra sebagai Plt. Menteri ESDM.

"‎Kalau kebijakan tertulis (dari Arcandra) atau return policy itu belum ada. Tapi pikiran yang tercetus dari Arcandra sampai hari ini masih saya dengar. Dan menurut saya bagus, banyak pikiran itu sejalan dengan pikiran yang saya kembangkan," akunya dalam pertemuan dengan Komisi VII DPR, Kamis (1/9/2016).

Melalui diskusi dengan Arcandra, Luhut juga memutar pandangan pemerintah terkait gas bumi. Saat ini, gas bumi tidak lagi dijadikan sumber profit pemerintah melainkan sebagai prime mover (penggerak utama) ekonomi Indonesia. (Baca: Luhut Beberkan Capaian Arcandra Selama 20 Hari Jadi Menteri ESDM)

Ia mencontohkan soal East Natuna, dimana ingin sesegera mungkin Exxon, Pertamina dan PTT bisa segera operasi. Sehingga semua gasnya ke dalam negeri agar biaya juga bisa turun, Dan mengenai CO2 sebesar 72%, dari pembahasan Luhut dan Arcandra, bahwa teknologinya sudah ada untuk mengurainya. Tinggal menghitung harganya.

"Gas ini bukan lagi sekadar profit buat pemerintah tapi juga prime mover ekonomi Indonesia. Maka kami mohon strategi ini untuk bapak dan ibu Komisi VII pempertimbangkan," tutur Luhut.

Mantan Kepala Staf Kepresidenan ini juga memperoleh input dari Arcandra terkait Blok Mahakam, Lapangan Jangkrik, dan blok laut dalam (Indonesia Deepwater Development/IDD). ‎Terkait eksplorasi di laut dalam, menurutnya sepanjang 16 tahun terakhir sedikit sekali kegiatan eksplorasi di laut dalam.

Hal ini lantaran Peraturan Presiden Nomor 79 tahun 2015 membuat peraturan pajak hulu migas dan cost recovery secara seragam. Dalam aturan tersebut, pajak dan cost recovery tidak dibedakan untuk ladang minyak yang sulit dan mudah.

"‎Karena itu usulan kami nanti PP 79 akan ada perubahan. Kami bicara dengan Menkeu soal penentuan berapa insentif yang diberikan ke setiap proyek. Sehingga ESDM bisa mengevaluasi berapa yang pas di sana. Karena tingkat kesulitan berbeda, laut yang 500 meter dan yang 300 meter itu punya kesulitan berbeda," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ditanya Target Lifting...
Ditanya Target Lifting Migas 2023, Menteri ESDM: Minyaknya Enggak, Gas Insya Allah
Kementerian ESDM Patok...
Kementerian ESDM Patok Investasi Migas Tahun Ini Rp246 Triliun
Lifting Migas Melempem...
Lifting Migas Melempem di 2023, Ini Strategi Dongkrak Produksi di 2024
Sedotan Migas Merosot...
Sedotan Migas Merosot di 2021, Ini Rinciannya!
Realisasi Lifting Migas...
Realisasi Lifting Migas di 2020 Capai 1.682 Mboepd
Kementerian ESDM Minta...
Kementerian ESDM Minta Revisi UU Migas Dipercepat demi Kejar 1 Juta Barel
Berita Terkini
Amran Klaim Teknologi...
Amran Klaim Teknologi Pertanian Papua Setara dengan Jepang dan AS
1 jam yang lalu
Sucofindo Dukung Inisiatif...
Sucofindo Dukung Inisiatif ABPEDNAS melalui Program Srikandi Jaga Desa
1 jam yang lalu
Heboh PHK Massal, Said...
Heboh PHK Massal, Said Iqbal Bakal Temui Manajemen Tokopedia dan TikTok
3 jam yang lalu
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi Customer Experience, Jasa Marga Gelar Expert Sharing Session
3 jam yang lalu
Modernland Realty Hadirkan...
Modernland Realty Hadirkan Neo Pasadena, Hunian Eksklusif Mulai Rp1,2 Miliaran
3 jam yang lalu
Menjaga Pertumbuhan,...
Menjaga Pertumbuhan, Ratusan Brand Andalkan Efisiensi Material Kemasan
3 jam yang lalu
Infografis
10 Perguruan Tinggi...
10 Perguruan Tinggi Paling Banyak Sumbang PNS, Kampus Negeri Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved