Harga Minyak Dunia Naik Lagi 3%

Sabtu, 03 September 2016 - 10:58 WIB
Harga Minyak Dunia Naik...
Harga Minyak Dunia Naik Lagi 3%
A A A
NEW YORK - Harga minyak dunia naik hampir 3% setelah data laporan pekerjaan AS melemah membuat USD ikut melemah dan mendorong komoditas. Namun, harga minyak mentah masih tercatat melemah tajam pekan ini di tengah kekhawatiran tentang kelebihan pasokan.

Seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (3/9/2016), harga minyak brent naik USD1,38 atau 3% menjadi USD46,83 per barel dan untuk pekan ini brent tercatat turun 6% atau penurunan terbesar dalam lima pekan. Sementara, harga minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) naik USD1,28 atau 3% ke level USD44,44, namun WTI turun hampir 7% pekan ini, penurunan terbesar dalam delapan pekan.

Pertumbuhan lapangan kerja AS berkurang lebih dari yang diharapkan pada Agustus setelah dua bulan berturut-turut mengalami kenaikan cukup kuat. Yang awalnya menyebabkan keraguan bahwa Federal Reserve (The Fed) akan menaikkan suku bunga pada pertemuan 20-21 September tersebut.

Harga minyak mentah juga didukung oleh jumlah rig minyak AS. Setelah berubah pekan lalu, jumlah rig minyak yang disediakan perusahaan industri Baker Hughes naik hanya satu pekan ini karena harga minyak mentah yang diadakan di bawah USD50 per barel.

"Meskipun USD naik, September biasanya waktu yang lemah untuk minyak dengan permintaan dari periode puncak musim panas. Jadi, jika jumlah rig tetap stabil, kami bisa menyelesaikan tahun ini di sekitar USD50," kata Jay Hatfield dari New York- berdasarkan InfraCap MLP EFT.

"Ini sangat mungkin minyak akan terus di pertengahan pada level USD40 per barel," kata Carl Larry Direktur, direktur pengembangan bisnis minyak & gas di Frost & Sullivan.

Pada awal perdagangan kemarin, minyak naik setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan dalam sebuah wawancara Bloomberg bahwa dia mendukung upaya oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak untuk menerapkan pembekuan produksi dengan produsen minyak lainnya.

OPEC, yang dipimpin oleh Arab Saudi dan eksportir minyak mentah Timur Tengah besar lainnya, akan bertemu dengan produsen non-anggota OPEC yang dipimpin Rusia pada pembicaraan informal di Aljazair pada 26-28 September untuk membahas pembekuan produksi.

Jika OPEC gagal untuk mencapai kesepakatan di Algeria, kartel diharapkan untuk mencoba langkah-langkah lain untuk mendukung harga minyak selama pertemuan kebijakan di Wina pada 30 November.

Banyak analis tetap skeptis bahwa itu akan berhasil. "Harga minyak akan tetap stabil selama beberapa pekan mendatang," kata Hans van Cleef, ekonom minyak senior di ABN Amro.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
5 menit yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
5 menit yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
19 menit yang lalu
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Dorong Pensiunan Tetap Produktif dan Sejahtera
25 menit yang lalu
Personal Branding Berbasis...
Personal Branding Berbasis Kepercayaan Jadi Kunci Peluang Bisnis
42 menit yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
48 menit yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved