Rupiah Dibuka Menguat Lagi Saat USD Stabil terhadap Yen

Selasa, 06 September 2016 - 10:09 WIB
Rupiah Dibuka Menguat...
Rupiah Dibuka Menguat Lagi Saat USD Stabil terhadap Yen
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini dibuka kembali menguat dari penutupan sebelumnya. Kondisi ini terjadi saat USD juga stabil terhadap yen.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka di level Rp13.162/USD. Posisi ini tercatat samkin menguat dari posisi sebelumnya di level Rp13.197/USD.

Menurut data Yahoo Finance, rupiah dibuka berada di level Rp13.095/USD dengan kisaran harian Rp13.095-Rp13.173/USD. Posisi rupiah terlihat jauh menguat dari penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.144/USD. Namun, pada pukul 10.00 WIB rupiah berada di level Rp13.145/USD.

Posisi rupiah menurut data Bloomberg pada pembukaan hari ini berada pada level Rp13.155/USD atau menguat tipis dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.156/USD. Pergerakan mata uang Garuda hari ini berada pada kisaran harian Rp13.140-Rp13.188/USD.

Menurut data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah juga menguat ke level Rp13.176/USD dibanding penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.190/USD.

Dilansir Reuters, Selasa (6/9/2016), yen terhadap USD terus menjauh dari posisi terendah dalam satu bulan, setelah Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda kembali memberikan sinyal pelonggaran lebih lanjut.

USD terhadap yen pun tercatat stabil untuk saat ini di sekitar level 103,45, setelah jatuh hampir satu yen akhir pekan lalu. Meskipun Kuroda mengisyaratkan kesiapannya untuk memperluas program stimulus yang sudah besar dalam sambutannya kemarin, dia tidak memberikan petunjuk eksplisit pada kemungkinan BOJ agresif atas pelonggaran kebijakan review berikutnya pada 20-21 September.

Selain itu, banyak analis mencatat fakta bahwa Kuroda mengakui untuk pertama kalinya bahwa stimulus itu memiliki biaya, bahkan dia menyangkal pandangan bahwa stimulus BOJ mencapai batas praktis.

"Bagi mereka yang telah percaya pada Kuroda yang menekankan hanya manfaat dari pelonggaran, pidato akan mengecewakan," kata Makoto Noji, senior strategist di SMBC Nikko Securities.

"Yang pasti, dia tidak mungkin untuk mengubah kerangka kebijakannya mengingat bahwa dia memberitakan manfaat dari stimulus. Namun banyak pelaku pasar mungkin merasa bahwa biaya cenderung lebih besar daripada manfaat di masa depan," tambahnya.

Yen juga bangkit kembali terhadap euro yang pada Jumat kemarin sempat jatuh ke level 115,42. Sementara, euro terhadap USD sedikit bergerak di level 1,1147. Selain itu, poundsterling terhadap USD stabil di level 1,3305 di perdagangan Asia setelah mencapai posisi tinggi dalam tujuh pekan di posisi 1,3376.

Dolar Australia terhadap USD juga tercatat tetap stabil di level 0,7587, mempertahankan tren pemulihan dari posisi terendah satu bulan pada pekan lalu di level 0,7490.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Jangan Sampai Lolos!...
Jangan Sampai Lolos! BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Promo Gila-gilaan dari Rumah, Mobil, sampai Tiket Liburan
28 menit yang lalu
Pendaftaran Pelatihan...
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Batch 3 Resmi Dibuka, Kuotanya 20 Ribu Peserta
50 menit yang lalu
Dorong Bioenergi, PLN...
Dorong Bioenergi, PLN EPI Siap Serap 10 Juta Ton Biomassa di 2030
1 jam yang lalu
IHSG Sepekan Melonjak...
IHSG Sepekan Melonjak 2,82%, Kapitalisasi Pasar Bertambah Jadi Rp10.788 Triliun
2 jam yang lalu
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
3 jam yang lalu
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
3 jam yang lalu
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved