Rupiah Sore Ini Kokoh Hampir Tinggalkan Level Rp13.100/USD

Selasa, 06 September 2016 - 16:53 WIB
Rupiah Sore Ini Kokoh...
Rupiah Sore Ini Kokoh Hampir Tinggalkan Level Rp13.100/USD
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini ditutup berhasil menguat tajam atau semakin kokoh dibanding penutupan sebelumnya. Kondisi penguatan rupiah sore ini terjadi saat dolar Australia menguat terhadap USD.

Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah berakhir di level Rp13.125/USD dengan kisaran harian Rp13.095-Rp13.173/USD. Posisi rupiah terlihat masih cukup baik dari penutupan kemarin yang berada di level Rp13.144/USD.

Posisi rupiah menurut data Bloomberg sore ini berada pada level Rp13.127/USD atau menguat jika dibanding penutupan sebelumnya, yang berada di level Rp13.156/USD. Pergerakan mata uang Garuda hari ini berada pada kisaran harian Rp13.106-Rp13.188/USD.

Menurut data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah berakhir berada di posisi Rp13.165/USD. Meski demikian, masih tetap baik dari penutupan kemarin yang berada di level Rp13.190/USD.

Di sisi lain, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah hari ini berada di level Rp13.162/USD. Posisi ini tercatat menguat dari posisi sebelumnya di level Rp13.197/USD.

Dilansir dari Reuters, Selasa (6/9/2016) dolar Australia berhasil menguat terhadap USD hampir 1% setelah bank sentral negara tersebut mengatakan sedikit meningkat 10% sejak Januari.

USD, euro, dan yen perdagangan dalam cukup ketat setelah lonjakan yen di belakang komentar Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda yang mengakui masalah yang dibuat dengan menjalankan suku bunga negatif.

Pada perdagangan hari ini di Eropa, Aussie diperdagangkan berhasil naik 0,9% terhadap USD ke level 0,7655. USD terhadap yen diperdagangkan pada level 103,67, setelah pada Jumat jatuh terendah dalam satu bulan.

Data pengeluaran pemerintah Australia dan defisit transaksi berjalan yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang solid pada kuartal terakhir, dan Reserve Bank of Australia diharapkan menahan suku bunga.

Pada pertemuan terakhir Gubernur Glenn Stevens, bank membuat sedikit referensi ke kekhawatiran atas kekuatan Aussie selama dua tahun terakhir.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Jangan Sampai Lolos!...
Jangan Sampai Lolos! BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Promo Gila-gilaan dari Rumah, Mobil, sampai Tiket Liburan
28 menit yang lalu
Pendaftaran Pelatihan...
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Batch 3 Resmi Dibuka, Kuotanya 20 Ribu Peserta
50 menit yang lalu
Dorong Bioenergi, PLN...
Dorong Bioenergi, PLN EPI Siap Serap 10 Juta Ton Biomassa di 2030
1 jam yang lalu
IHSG Sepekan Melonjak...
IHSG Sepekan Melonjak 2,82%, Kapitalisasi Pasar Bertambah Jadi Rp10.788 Triliun
2 jam yang lalu
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
3 jam yang lalu
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
3 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved