Geram Merasa Diinterogasi, Luhut Sebut DPR Jangan Sok Pintar
Selasa, 06 September 2016 - 20:23 WIB
Geram Merasa Diinterogasi, Luhut Sebut DPR Jangan Sok Pintar
A
A
A
JAKARTA - Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Luhut Binsar Pandjaitan kembali terlibat adu mulut dengan anggota Komisi VII DPR RI, saat melaksanakan rapat kerja (raker) yang membahas mengenai Rencana Kerja Anggaran Kementerian dan Lembaga (RKA-KL) tahun anggaran 2017. Bahkan, Luhut yang naik pitam sempat menyatakan bahwa dirinya tidak suka diinterogasi oleh parlemen.
(Baca Juga: Luhut Kembali Naik Pitam Saat Rapat Kerja dengan DPR)
Persoalan bermula saat Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Mulyadi yang juga menjadi pimpinan rapat menyinggung soal proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH). Dia meminta pemerintah untuk membuat peta jalan (roadmap) pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT).
"Saya sebagai wakil rakyat berhak memberikan masukan ke pemerintah. Saya luruskan supaya tidak miss persepsi. Kita sebagai wakil rakyat wajib menyampaikan praktik yang terjadi," katanya di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Selasa (6/9/2016).
Luhut yang tidak terima dengan pernyataan politisi Partai Demokrat tersebut langsung memotong dan menyatakan, dirinya tidak terima jika DPR menilai pemerintah seakan tidak kerja keras. Dia pun merasa terhina dengan tudingan tersebut.
"Ya, saya terima masukan bapak. Tapi saya tidak terima cara bapak memperlakukan kami seperti kami tidak kerja keras. Saya mohon maaf, bapak boleh bilang bapak wakil rakyat, tapi bapak jangan menghina saya," tegas Luhut.
Tak berhenti disitu, Mantan Menko bidang Politik Hukum dan Keamanan ini meminta anggota dewan untuk tidak merasa paling hebat dan pemerintah bodoh. Dia meminta masing-masing pihak saling menghormati.
"Mohon maaf kepada bapak. Jadi jangan seperti bapak paling hebat saja, kami ini orang bodoh. Saya menghormati bapak, dan saya mohon bapak hormati kami," cecarnya.
Mantan Kepala Staf Kepresidenan ini mengaku tidak suka dengan pertanyaan anggota DPR yang seakan menginterogasi pemerintah. Sebab, dia sangat tidak suka jika harus diinterogasi seperti tertuduh.
"Mau bapak saya ikuti semua. Hanya saya tolong satu, kita saling menghormati. Jadi jangan pertanyaan seperti menginterogasi pemerintah. Saya tidak terima. Jangan menginterogasi kami. Saya nggak suka. Saya menghormati bapak-bapak. Bapak-bapak hormati kami," ungkapnya.
Tersinggung dengan pernyataan Luhut, salah seorang anggota DPR Inas Nasrullah menyatakan bahwa DPR berhak menyatakan aspirasinya. Dia pun meminta agar rapat tersebut ditunda karena suasana sudah tidak nyaman dan memanas.
"Izin pimpinan, saya sangat tersinggung kalau kita disini bicara suka dan tidak suka. Bubarkan saja DPR. Saya minta rapat hari ini ditunda. Karena rapat ini sudah tidak nyaman," tandasnya.
(Baca Juga: Luhut Kembali Naik Pitam Saat Rapat Kerja dengan DPR)
Persoalan bermula saat Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Mulyadi yang juga menjadi pimpinan rapat menyinggung soal proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH). Dia meminta pemerintah untuk membuat peta jalan (roadmap) pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT).
"Saya sebagai wakil rakyat berhak memberikan masukan ke pemerintah. Saya luruskan supaya tidak miss persepsi. Kita sebagai wakil rakyat wajib menyampaikan praktik yang terjadi," katanya di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Selasa (6/9/2016).
Luhut yang tidak terima dengan pernyataan politisi Partai Demokrat tersebut langsung memotong dan menyatakan, dirinya tidak terima jika DPR menilai pemerintah seakan tidak kerja keras. Dia pun merasa terhina dengan tudingan tersebut.
"Ya, saya terima masukan bapak. Tapi saya tidak terima cara bapak memperlakukan kami seperti kami tidak kerja keras. Saya mohon maaf, bapak boleh bilang bapak wakil rakyat, tapi bapak jangan menghina saya," tegas Luhut.
Tak berhenti disitu, Mantan Menko bidang Politik Hukum dan Keamanan ini meminta anggota dewan untuk tidak merasa paling hebat dan pemerintah bodoh. Dia meminta masing-masing pihak saling menghormati.
"Mohon maaf kepada bapak. Jadi jangan seperti bapak paling hebat saja, kami ini orang bodoh. Saya menghormati bapak, dan saya mohon bapak hormati kami," cecarnya.
Mantan Kepala Staf Kepresidenan ini mengaku tidak suka dengan pertanyaan anggota DPR yang seakan menginterogasi pemerintah. Sebab, dia sangat tidak suka jika harus diinterogasi seperti tertuduh.
"Mau bapak saya ikuti semua. Hanya saya tolong satu, kita saling menghormati. Jadi jangan pertanyaan seperti menginterogasi pemerintah. Saya tidak terima. Jangan menginterogasi kami. Saya nggak suka. Saya menghormati bapak-bapak. Bapak-bapak hormati kami," ungkapnya.
Tersinggung dengan pernyataan Luhut, salah seorang anggota DPR Inas Nasrullah menyatakan bahwa DPR berhak menyatakan aspirasinya. Dia pun meminta agar rapat tersebut ditunda karena suasana sudah tidak nyaman dan memanas.
"Izin pimpinan, saya sangat tersinggung kalau kita disini bicara suka dan tidak suka. Bubarkan saja DPR. Saya minta rapat hari ini ditunda. Karena rapat ini sudah tidak nyaman," tandasnya.
(akr)
Lihat Juga :