Nilai Ekspor Yogyakarta Anjlok

Rabu, 07 September 2016 - 02:46 WIB
Nilai Ekspor Yogyakarta...
Nilai Ekspor Yogyakarta Anjlok
A A A
YOGYAKARTA - Nilai ekspor di Daerah Istimewa Yogyakarta selama bulan Juli 2016 anjlok. Dibanding dengan bulan sebelumnya, nilai ekspor Yogyakarta turun sekitar 50,74%. Bulan Juli 2016 lalu, nilai ekspor Yogyakarta ke sejumlah negara mencapai USD16.920.622.

Padahal bulan sebelumnya yaitu bulan Juni, jumlah ekpsor Yogyakarta mencapai angka USD34.351.055. Namun dibanding tahun sebelumnya secara kumulatif dari bulan Januari-Juli naik sekitar 0,48%.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Yogyakarta, Bambang Kristiawan mengungkapkan, anjloknya nilai ekspor di Yogyakarta tersebut imbas dari penurunan ekspor ke sejumlah negara. BPS mencatat, penurunan ekspor terjadi di delapan dari 10 negara. Penurunan ekspor di delapan negara tersebut cukup drastis dengan rata-rata penurunan mencapai 50%.

Dan hanya dua negara yang menunjukkan nilai ekspor Yogyakarta mengalami peningkatan. "Ekspor Yogyakarta yang naik hanya ke Perancis dan Singapura," paparnya, Selasa (6/9/2016).

BPS mencatat, nilai ekspor Yogyakarta ke Singapura mengalami kenaikan sebesar 53,35%. Bulan Juni 2016 lalu, BPS mencatat nilai ekspor ke Singapura mencapai USD428.041. Dan bulan Juli naik menjadi USD 656.413. Ekspor ke negara Perancis juga mengalami kenaikan sebesar 29,1 % dari USD729.323 naik menjadi USD941.527.

Meski turun, tiga besar nilai ekspor Yogyakarta adalah Amerika Serikat, Jerman disusul Jepang. Nilai ekspor ke Amerika Serikat selama bulan Juni mencapai USD13.866.744. Dan bulan Juli turun drastis menjadi USD6.426.136 atau anjlok sekitar 37,98%. Ekspor ke Jerman selama Juli 2016 sebesar USD2.238.736 atau turun sekitar 13,98 % dari bulan sebelumnya yang mencapai USD4.504.661.

Ekspor ke Jepang selama Juni 2016 mencapai USD3.031.503, namun turun di bulan Juli menjadi USD1.307.796 atau menurun sekitar 7,73 % dibanding bulan sebelumnya. Penurunan lain juga terjadi pada ekspor ke Korea Selatan, Australia, Belanda, Inggris dan Kanada.

"Penurunan terendah adalah ekspor ke Kanada, turun sekitar 1,6%. Tetapi ekspor ke Kanada juga terendah karena hanya mencapai USD270.469 selama Juli 2016 kemarin," paparnya.

Bambang menyebutkan, komoditas utama ekspor Yogyakarta masih produk pakaian jadi. BPS mencatat nilai ekspor produk pakaian jadi bukan rajutan selama bulan Juli 2016 menyumbang sebesar 39,23% dari seluruh ekspor wilayah ini. Selanjutnya perabot dan penerangan rumah yang mencapai komposisi 9,58%. Dan komposisi terbesar ketiga ekspor Yogyakarta adalah barang-barang dari kulit yang mencapai 7,25%.

Perubahan nilai ekspor menurut komoditas pada bulan Juli 2016 dibandingkan Juni 2016 menunjukkan penurunan sebesar 50,74%. Dari 10 komoditas utama, enam komoditas mengalami penurunan. Tiga komoditas dengan penurunan terbesar adalah barang-barang rajutan yang turun sebesar 79,03%, perabot dan penerangan rumah turun sebesar 62,62% dan pakaian jadi bukan rajutan sebesar 54,93%.

"Dari sepuluh komoditas utama, komoditas terendah adalah mesin dan peralatan listrik. Hanya 2,37%," sambungnya.

Ketua Dewan Pengurus Daerah Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan (HIMKI) Yogyakarta, Timbul Raharja mengakui ekspor kini tengah mengalami masa sulit. Di samping karena kondisi ekonomi global yang belum pulih, kondisi di dalam negeri juga belum banyak berpihak kepada eksportir.

Salah satu yang mereka rasakan adalah beban pajak yang dikenakan pemerintah kepada pengusaha eksportir masih cukup banyak. "Kami memohon agar pemerintah memikirkan hal tersebut," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Mendag Sebut Top 10...
Mendag Sebut Top 10 Destinasi Ekspor Utama RI Tumbuh 71,65%
Ekspor Nonmigas Maret...
Ekspor Nonmigas Maret Cetak Rekor, Mendag: Bukti Perbaikan Ekonomi
6 Barang Paling Banyak...
6 Barang Paling Banyak Diimpor Indonesia dari Israel di 2024
China Percantik Data...
China Percantik Data Ekspor, Kredibilitas Dipertanyakan
Membaiknya Ekspor-Impor...
Membaiknya Ekspor-Impor Tandai Pulihnya Ekonomi Domestik
Berita Terkini
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
51 menit yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
1 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Cargo Murah Kian Dibutuhkan...
Cargo Murah Kian Dibutuhkan di Tengah Meningkatnya Aktivitas Pengiriman Barang
11 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
11 jam yang lalu
Infografis
Reputasi Global Israel...
Reputasi Global Israel Anjlok dalam Indeks Soft Power
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved