Rupiah Dibuka Melejit Saat USD Keok Lawan Yen

Rabu, 07 September 2016 - 10:36 WIB
Rupiah Dibuka Melejit...
Rupiah Dibuka Melejit Saat USD Keok Lawan Yen
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini dibuka menguat tajam dari penutupan kemarin hingga meninggalkan level Rp13.100/USD. Kondisi ini terjadi saat USD kalah melawan yen.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka jauh perkasa di level Rp13.086/USD. Posisi ini tercatat samkin menguat 76 poin dari posisi sebelumnya di level Rp13.162/USD.

Posisi rupiah menurut data Bloomberg pada pembukaan hari ini berada pada level Rp13.098/USD atau menguat 34 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.127/USD. Pergerakan mata uang Garuda hari ini berada pada kisaran harian Rp13.140-Rp13.188/USD, dan pada pukul 10.00 WIB rupiah makin menguat ke level Rp13.088/USD.

Menurut data Yahoo Finance, rupiah dibuka berada di level Rp13.125/USD dengan kisaran harian Rp13.045-Rp13.125/USD. Pada pukul 10.00 WIB posisi rupiah terlihat jauh menguat dari penutupan sebelumnya hingga menembus level Rp13.071/USD.

Menurut data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah juga menguat ke level Rp13.127/USD dibanding penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.165/USD.

Dilansir Reuters, Rabu (7/9/2016), yen terhadap USD menguat setelah data ekonomi AS suram membuat rencana The Fed untuk menaikkan suku bunga bulan ini dirasa tidak mungkin terjadi. Hal ini mendorong investor untuk memangkas taruhan dolar mereka dan memicu stop-loss order di perdagangan Asia.

USD terhadap yen turun 0,5% ke level 101,50 setelah sebelumnya turun serendah 101,245 atau terendah sejak 26 Agustus dan jauh di bawah posisi tinggi pada Jumat lalu di level 104,32.

Indeks manajer pembelian AS jatuh ke 51,4 bulan lalu, jauh dari harapan ekonom dan terbesar penurunan satu bulan sejak November 2008, memberikan alasan Federal Reserve untuk menunda kenaikan suku bunga.

Indeks kondisi pasar tenaga kerja Federal Reserve juga jatuh pada Agustus, tergelincir kembali ke wilayah negatif setelah pada Juli positif.

Euro terhadap yen juga tergelincir 0,6% menjadi 114,20, namun terhadap USD stabil di level 1,1250. Indeks USD, yang melacak greenback terhadap enam rival utama, turun tipis ke posisi 94,783.

Dolar Australia terhadap USD malah turun tipis 0,1% menjadi USD0,7681 setelah naik lebih dari 1% pada Selasa setelah Reserve Bank of Australia mempertahankan suku bunga stabil di level 1,5%.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Jangan Sampai Lolos!...
Jangan Sampai Lolos! BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Promo Gila-gilaan dari Rumah, Mobil, sampai Tiket Liburan
39 menit yang lalu
Pendaftaran Pelatihan...
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Batch 3 Resmi Dibuka, Kuotanya 20 Ribu Peserta
1 jam yang lalu
Dorong Bioenergi, PLN...
Dorong Bioenergi, PLN EPI Siap Serap 10 Juta Ton Biomassa di 2030
2 jam yang lalu
IHSG Sepekan Melonjak...
IHSG Sepekan Melonjak 2,82%, Kapitalisasi Pasar Bertambah Jadi Rp10.788 Triliun
2 jam yang lalu
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
3 jam yang lalu
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
4 jam yang lalu
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved