Nikkei Lesu, IHSG Berhasil Bertahan di Zona Hijau
Rabu, 07 September 2016 - 16:38 WIB
Nikkei Lesu, IHSG Berhasil Bertahan di Zona Hijau
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan hari ini kembali ditutup menghijau sejak pembukaan tadi pagi. Pasar saham Tanah Air hari ini ditutup menguat 9,26 poin atau 0,17% ke level 5.381,35.
Sementara, IHSG sesi I menguat 5,22 poin (0,10%) ke level 5.377,32, dan pada pembukaan tadi pagi dibuka menguat 10,94 poin atau 0,20% ke level 5.383,03. Sementara, pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup menguat 15,14 poin atau 0,28% ke level 5.372,10.
Dilansir CNBC, Rabu (7/9/2016) bursa saham Asia ditutup kembali mixed (variatif). Indeks Nikkei 225 berakhir turun 0,41% atau 69,54 poin ke level 17.012,44 karena yen menguat terhadap dolar Amerika Serikat (USD).
Penguatan yen umumnya dipandang sebagai hal yang negatif untuk saham Jepang karena membuat ekspor lebih mahal dan mengurangi pendapatan luar negeri ketika diterjemahkan kembali ke dalam mata uang lokal.
Indeks ASX 200 ditutup naik 0,2% atau 10,567 poin ke level 5.425,2, terdorong oleh kerugian di sektor energi, yang lebih rendah sebesar 1,26%, namun diimbangi oleh kekuatan sektor material yang naik 0,37%.
Pasar daratan China terlihat variatif, dengan komposit Shanghai ditutup hampir mendatar di level 3.092,406 dan komposit Shenzhen berakhir lebih rendah 0,178% atau 3,637 poin ke level 2.044,553.
Di Hong Kong, indeks Hang Seng turun 0,24% pada perdagangan sore, dan di Korea Selatan, Indeks Kospi ditutup melemah sebesar 0,23% atau 6,65 poin ke level 2.061,88.
Sektor saham dalam negeri pada perdagangan hari ini mayoritas memerah meski IHSG ditutup menguat. Sektor dengan pelemahan terdalam adalah infrastruktur yang turun 0,97%, dan sektor dengan penguatan tertinggi adalah keuangan yang naik 0,40%.
Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp6,98 triliun dengan 10,57 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp237,50 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp2,70 triliun, sedangkan aksi beli asing mencapai sebesar Rp2,46 triliun. Tercatat 144 saham menguat, 169 saham melemah dan 102 saham stagnan.
Saham-saham yang menguat di antaranya PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) naik Rp150 menjadi Rp8.525, PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) naik Rp100 menjadi Rp2.650, dan PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI) naik Rp55 menjadi Rp525.
Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp1.175 menjadi Rp63.275, PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) turun Rp230 menjadi Rp2.160, dan PT Tembaga Mulia Semanan Tbk (TBMS) turun Rp55 menjadi Rp810.
Sementara, IHSG sesi I menguat 5,22 poin (0,10%) ke level 5.377,32, dan pada pembukaan tadi pagi dibuka menguat 10,94 poin atau 0,20% ke level 5.383,03. Sementara, pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup menguat 15,14 poin atau 0,28% ke level 5.372,10.
Dilansir CNBC, Rabu (7/9/2016) bursa saham Asia ditutup kembali mixed (variatif). Indeks Nikkei 225 berakhir turun 0,41% atau 69,54 poin ke level 17.012,44 karena yen menguat terhadap dolar Amerika Serikat (USD).
Penguatan yen umumnya dipandang sebagai hal yang negatif untuk saham Jepang karena membuat ekspor lebih mahal dan mengurangi pendapatan luar negeri ketika diterjemahkan kembali ke dalam mata uang lokal.
Indeks ASX 200 ditutup naik 0,2% atau 10,567 poin ke level 5.425,2, terdorong oleh kerugian di sektor energi, yang lebih rendah sebesar 1,26%, namun diimbangi oleh kekuatan sektor material yang naik 0,37%.
Pasar daratan China terlihat variatif, dengan komposit Shanghai ditutup hampir mendatar di level 3.092,406 dan komposit Shenzhen berakhir lebih rendah 0,178% atau 3,637 poin ke level 2.044,553.
Di Hong Kong, indeks Hang Seng turun 0,24% pada perdagangan sore, dan di Korea Selatan, Indeks Kospi ditutup melemah sebesar 0,23% atau 6,65 poin ke level 2.061,88.
Sektor saham dalam negeri pada perdagangan hari ini mayoritas memerah meski IHSG ditutup menguat. Sektor dengan pelemahan terdalam adalah infrastruktur yang turun 0,97%, dan sektor dengan penguatan tertinggi adalah keuangan yang naik 0,40%.
Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp6,98 triliun dengan 10,57 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp237,50 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp2,70 triliun, sedangkan aksi beli asing mencapai sebesar Rp2,46 triliun. Tercatat 144 saham menguat, 169 saham melemah dan 102 saham stagnan.
Saham-saham yang menguat di antaranya PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) naik Rp150 menjadi Rp8.525, PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) naik Rp100 menjadi Rp2.650, dan PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI) naik Rp55 menjadi Rp525.
Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp1.175 menjadi Rp63.275, PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) turun Rp230 menjadi Rp2.160, dan PT Tembaga Mulia Semanan Tbk (TBMS) turun Rp55 menjadi Rp810.
(izz)
Lihat Juga :