USD Tambah Lemah, Rupiah Sore Ini Ditutup Makin Gagah

Rabu, 07 September 2016 - 17:09 WIB
USD Tambah Lemah, Rupiah...
USD Tambah Lemah, Rupiah Sore Ini Ditutup Makin Gagah
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini berakhir makin gagah atau menguat sejak pembukaan tadi pagi. Kondisi penguatan rupiah sore ini terjadi saat USD semakin melemah terhadap yen.

Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah berakhir di level Rp13.080/USD dengan kisaran harian Rp13.045-Rp13.125/USD. Posisi rupiah terlihat masih cukup baik dari penutupan kemarin yang berada di level Rp13.125/USD.

Posisi rupiah menurut data Bloomberg sore ini berada pada level Rp13.085/USD atau menguat jika dibanding penutupan sebelumnya, yang berada di level Rp13.127/USD. Pergerakan mata uang Garuda hari ini berada pada kisaran harian Rp13.042-Rp13.119/USD.

Menurut data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah berakhir berada di posisi Rp13.095/USD. Meski demikian, masih tetap membaik dari penutupan kemarin yang berada di level Rp13.165/USD.

Di sisi lain, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah di level Rp13.086/USD. Posisi ini tercatat menguat 76 poin dari posisi sebelumnya di level Rp13.162/USD.

Dilansir dari Reuters, Rabu (7/9/2016) USD semakin jatuh ke posisi terendah dalam lebih dari satu pekan terhadap yen, karena data AS membuat rencana kenaikan suku bunga bulan ini tidak mungkin terjadi.

Di Eropa, fokus pada Kepala Bank of England Mark Carney untuk anggota parlemen. Sterling naik ke level tertinggi dalam tujuh pekan terhadap USD, didorong Data ekonomi yang kuat. USD turun 0,5% terhadap yen ke level 101,45 setelah sebelumnya berada di level cukup rendah 101,20, atau terendah sejak 26 Agustus.

Gubernur Federal Reserve Janet Yellen memberikan pidato optimis terhadap perekonomian yang kembali dihidupkan untuk kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Sejak itu, USD telah berjuang untuk membuat kemajuan dan anjlok lebih dari 1% terhadap yen kemarin.

"Sejak pidato Jackson Hole, probabilitas tersirat dari kenaikan suku bunga Fed untuk pertemuan September turun dari 42% menjadi 24% dan dua tahun yield Treasury merosot sekitar 10 basis poin," kata Petr Krpata, ahli strategi mata uang di ING.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
2 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
3 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
3 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
4 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
4 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
5 jam yang lalu
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved