Rupiah Dibuka Naik Tipis Usai Kemarin Menguat Tajam
Kamis, 08 September 2016 - 10:22 WIB
Rupiah Dibuka Naik Tipis Usai Kemarin Menguat Tajam
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini kembali menguat, meski tidak terlalu besar namun masih di bawah Rp13.100/USD. Kondisi ini terjadi saat yen masih cukup kuat terhadap yen.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg pada pembukaan hari ini berada pada level Rp13.082/USD atau menguat tipis dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.085/USD. Pergerakan mata uang Garuda hari ini berada pada kisaran harian Rp13.067-Rp13.116/USD.
Menurut data Yahoo Finance, rupiah dibuka berada di level Rp13.075/USD dengan kisaran harian Rp13.052-Rp13.094/USD atau masih tercatat menguat dari posisi kemarin di level Rp13.080/USD.
Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka melemah tipis di level Rp13.090/USD. Posisi ini tercatat melemah dari posisi sebelumnya di level Rp13.086/USD.
Dilansir Reuters, Kamis (8/9/2016), yen tercatat kembali menguat terhadap USD karena pasar melihat ke depan terkait pidato Deputi Gubernur Bank of Japan sebagai petunjuk tentang kebijakan apa yang akan diambil bank sentral pada akhir bulan ini.
Yen terhadap USD naik menjadi 101,20, mencapai tingkat tertinggi sejak 26 Agustus dan terakhir berdiri di level 101,68, setelah naik 2,1% sejauh pekan ini karena USD kehilangan momentum pada data ekonomi AS yang lembut.
USD berada di bawah tekanan karena pekerjaan sedikit mengecewakan dan survei sektor jasa mengejutkan melemah. Hal ini membuat Federal Reserve (The Fed) ragu untuk menaikkan suku bunga.
Sementara, euro terhadap USD naik tipis ke level 1,1242 dari posisi tinggi kemarin di posisi 1,12725. Di sisi lain, dolar Selandia Baru terhadap USD berada di level 0,7454 setelah mencapai posisi tertinggi dalam 16 bulan di level 0,7485.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg pada pembukaan hari ini berada pada level Rp13.082/USD atau menguat tipis dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.085/USD. Pergerakan mata uang Garuda hari ini berada pada kisaran harian Rp13.067-Rp13.116/USD.
Menurut data Yahoo Finance, rupiah dibuka berada di level Rp13.075/USD dengan kisaran harian Rp13.052-Rp13.094/USD atau masih tercatat menguat dari posisi kemarin di level Rp13.080/USD.
Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka melemah tipis di level Rp13.090/USD. Posisi ini tercatat melemah dari posisi sebelumnya di level Rp13.086/USD.
Dilansir Reuters, Kamis (8/9/2016), yen tercatat kembali menguat terhadap USD karena pasar melihat ke depan terkait pidato Deputi Gubernur Bank of Japan sebagai petunjuk tentang kebijakan apa yang akan diambil bank sentral pada akhir bulan ini.
Yen terhadap USD naik menjadi 101,20, mencapai tingkat tertinggi sejak 26 Agustus dan terakhir berdiri di level 101,68, setelah naik 2,1% sejauh pekan ini karena USD kehilangan momentum pada data ekonomi AS yang lembut.
USD berada di bawah tekanan karena pekerjaan sedikit mengecewakan dan survei sektor jasa mengejutkan melemah. Hal ini membuat Federal Reserve (The Fed) ragu untuk menaikkan suku bunga.
Sementara, euro terhadap USD naik tipis ke level 1,1242 dari posisi tinggi kemarin di posisi 1,12725. Di sisi lain, dolar Selandia Baru terhadap USD berada di level 0,7454 setelah mencapai posisi tertinggi dalam 16 bulan di level 0,7485.
(izz)