Euro Membaik, Rupiah Ditutup Semakin Digdaya

Kamis, 08 September 2016 - 17:01 WIB
Euro Membaik, Rupiah...
Euro Membaik, Rupiah Ditutup Semakin Digdaya
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini berakhir kembali menguat meski pada sesi siang sempat melemah. Kondisi penguatan rupiah sore ini terjadi saat euro menguat terhadap USD.

Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah berakhir di level Rp13.060/USD dengan kisaran harian Rp13.031-Rp13.106/USD. Posisi rupiah terlihat makin membaik dari penutupan kemarin yang berada di level Rp13.080/USD.

Posisi rupiah menurut data Bloomberg sore ini berada pada level Rp13.063/USD atau menguat jika dibanding penutupan sebelumnya, yang berada di level Rp13.085/USD. Pergerakan mata uang Garuda hari ini berada pada kisaran harian Rp13.040-Rp13.120/USD.

Menurut data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah berakhir berada di posisi Rp13.057/USD atau jauh menguat dibanding penutupan kemarin yang berada di level Rp13.095/USD.

Di sisi lain, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah hri ini berada di level Rp13.090/USD. Posisi ini tercatat melemah dari posisi sebelumnya di level Rp13.086/USD.

Dilansir dari Reuters, Kamis (8/9/2016), euro sedikit membaik terhadap USD di tengah para investor sedang menunggu keputusan kebijakan Bank Sentral Eropa yang akan berdampak signifikan pada euro. Di mana euro naik 0,2% terhadap USD menjadi 1,1265 EUR atau mendekati level tinggi di posisi 1,12725.

Investor tengah fokus pada apakah ECB akan memperluas program pembelian aset di luar Maret 2017, dan apakah akan membuat program untuk meringankan masalah kelangkaan pasokan.

Hampir semua analis yang disurvei Reuters mengharapkan tarif tetap tidak berubah pada hari ini dan memprediksi bahwa mereka telah dipercaya keluar. Namun, mereka berharap 80 miliar euro aset bulanan ECB membeli untuk diperpanjang sebelum akhir tahun.

"Jika ECB benar-benar ingin melemahkan euro, itu akan mengejutkan di sisi ekspansif dan mungkin harus memberikan sesuatu yang baru, bukan hanya perpanjangan QE atau penurunan suku bunga," kata Thu Lan Nguyen dari Commerzbank di Frankfurt.

Yen sendiri naik 0,2 persen terhadap USD ke level 101,585, menempel keuntungan dari hampir 3% dalam empat hari terakhir, setelah Deputi Gubernur Bank of Japan memberi beberapa petunjuk baru tentang apakah bank sentral akan memperluas stimulus moneter bulan ini.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
6 menit yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
58 menit yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
1 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
2 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
3 jam yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
3 jam yang lalu
Infografis
Bukti Risiko Bumi Dihantam...
Bukti Risiko Bumi Dihantam Asteroid Semakin Meningkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved