Apindo: Ketahanan Energi Indonesia Mengkhawatirkan

Kamis, 08 September 2016 - 18:27 WIB
Apindo: Ketahanan Energi...
Apindo: Ketahanan Energi Indonesia Mengkhawatirkan
A A A
JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyatakan, saat ini kondisi ketahanan energi nasional berada dalam kondisi cukup mengkhawatirkan. Salah satu indikasinya ketersediaan stok BBM nasional yang hanya 20-25 hari saja.

Minimnya ketersediaan BBM di dalam negeri terjadi akibat ketergantungan impor minyak mentah maupun BBM yang tidak lagi sebanding dengan tingkat konsumsi nasional.

"Konsumsi yang tidak sebanding dengan produksi secara alamiah akan menimbulkan persoalan harga dan ketersediaan,” ujar Ketua Apindo Hariyadi Sukamdani di Jakarta, Kamis (8/9/2016).

Menurut Hariyadi, ketersediaan listrik juga menjadi syarat utama bagi investor menanamkan modalnya di suatu daerah. Program 35 ribu Mega Watt (MW) yang dicanangkan Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla juga penting mendapat perhatian khusus.

Sebagaimana diketahui, ketersediaan energi listrik mempunyai peranan vital dalam pengembangan sektor industri. Namun, untuk mencapai target 35 ribu MW hingga 2019 mendatang, diyakini bukanlah persoalan mudah.

“Sumbatan birokrasi maupun aspek finansialnya menjadi rintangan yang masih harus terus dicarikan solusi," tutur Hariyadi. (Baca: Arcandra Tahar Ungkap Bisnis Energi RI Tak Transparan)

Sementara, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, konsumsi energi diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk. Karena itu, teknologi di sektor energi harus terus dikembangkan untuk mencapai ketersediaan energi.

“Energi adalah pijakan berbagai aktivitas ekonomi dan sosial mayarakat. Ketersediaan energi juga salah satu tantangan besar bagi pengembangan tahapan-tahapan industrialisasi," pungkas Rosan.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Mengebor Investasi di...
Mengebor Investasi di Pusaran Transisi Energi
BP Energy Outlook 2025 Menyoroti...
BP Energy Outlook 2025 Menyoroti Prospek Energi di Era Perubahan Global
Urgensi Revisi UU Migas...
Urgensi Revisi UU Migas No. 22/2001: Langkah Strategis Menuju Ketahanan Energi Nasional
Bagaimana Nasib Energi...
Bagaimana Nasib Energi Fosil di Tengah Transisi Energi?, Begini Strategi Pemerintah
Tantangan Besar Industri...
Tantangan Besar Industri Migas
Pengamat Migas Memperingatkan:...
Pengamat Migas Memperingatkan: Krisis Energi Sudah di Depan Mata
Berita Terkini
Kredit Perbankan Juni...
Kredit Perbankan Juni 2026 Tumbuh 12,67%, BI Optimistis Capai Target Tahun Ini
17 menit yang lalu
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Risiko Investasi Reksa Dana sebelum Mulai Berinvestasi
30 menit yang lalu
KAI Logistik Kelola...
KAI Logistik Kelola 8,7 Juta Ton Angkutan Barang di Semester I 2026
1 jam yang lalu
Transaksi BI-FAST Capai...
Transaksi BI-FAST Capai 1,53 Miliar di Triwulan II 2026, Nilainya Tembus Rp3.777 Triliun
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Integrasikan Penanganan Stunting dan Pemberdayaan UMKM
1 jam yang lalu
Heboh Surat Dinas ke...
Heboh Surat Dinas ke AS dengan Keluarga Bocor, Menteri PU: Saya Nggak Jadi Berangkat
1 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved