USD Tertekan, Rupiah Hari Ini Dibuka Mendatar

Jum'at, 09 September 2016 - 10:19 WIB
USD Tertekan, Rupiah...
USD Tertekan, Rupiah Hari Ini Dibuka Mendatar
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini mendatar, setelah kemarin menguat tajam. Kondisi ini terjadi saat USD kembali menipis.

Menurut data Yahoo Finance, rupiah dibuka berada di level Rp13.060/USD dengan kisaran harian Rp13.057-Rp13.085/USD atau masih tercatat mendatar dari posisi kemarin di level Rp13.060/USD. Namun, pada pukul 10.00 WIB bergerak menguat ke level Rp13.058/USD.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka juga mendatar atau hanya menguat tipis di level Rp13.089/USD. Posisi ini tercatat lebih baik dari posisi sebelumnya di level Rp13.090/USD.

Posisi rupiah menurut data Bloomberg pada pembukaan hari ini berada pada level Rp13.088/USD atau melemah dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.063/USD. Namun, pada pukul 10.10 WIB begerak ke level Rp123.071/USD dengan kisaran harian Rp13.071-Rp13.100/USD.

Dilansir Reuters, Jumat (9/9/2016), USD turun dari posisi tertinggi semalam di perdagangan Asia hari ini. USD berada di jaluar kerugian mingguan dalam sepekan ditandai dengan terus ketidakpastian tentang kebijakan moneter AS, sementara euro menguat.

Indeks USD yang melacak greenback terhadap enam mata uang rival utama, turun 0,1% di level 94,920, siap untuk menyelinap 1% untuk pekan ini. USD kemarin berada di posisi terendah dalam dua pekan di posisi 94,465, sebelum rebound setelah data persediaan minyak mentah.

Terhadap mitra Jepang, USD turun tipis 0,2% menjadi 102,25 atau turun 1,7% untuk pekan ini. USD menyentuh tertinggi sesi kemarin setelah penurunan persediaan minyak mentah.

Selanjutnya harga minyak yang lebih tinggi meningkatkan ekspektasi inflasi AS, yang menyebabkan beberapa investor berspekulasi bahwa Federal Reserve bisa menaikkan suku bunga lebih awal meskipun data ekonomi baru-baru ini mengecewakan.

Euro terhadap USD naik tipis 0,1% di perdagangan Asia menjadi 1,1265 atau naik 1% dalam sepekan dan bergerak kembali ke arah tinggi dalam dua pekan di level 1,1328, setelah ECB meninggalkan suku bunga tidak berubah.

Di sisi lain, poundsterling stabil di poisisi 1,3298 di jalur untuk kenaikan mingguan sedikit, tapi mundur dari puncak tujuh pekan di level 1,3445.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Dorong Bioenergi, PLN...
Dorong Bioenergi, PLN EPI Siap Serap 10 Juta Ton Biomassa di 2030
18 menit yang lalu
IHSG Sepekan Melonjak...
IHSG Sepekan Melonjak 2,82%, Kapitalisasi Pasar Bertambah Jadi Rp10.788 Triliun
49 menit yang lalu
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
1 jam yang lalu
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
2 jam yang lalu
Pelemahan Emas Antam...
Pelemahan Emas Antam Berlanjut ke Rp2.6 Juta per Gram, Ini Daftar Lengkapnya
3 jam yang lalu
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
6 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved