Anggaran Dipangkas, Pertumbuhan Ekonomi 2016 Diprediksi 5%

Jum'at, 09 September 2016 - 18:36 WIB
Anggaran Dipangkas,...
Anggaran Dipangkas, Pertumbuhan Ekonomi 2016 Diprediksi 5%
A A A
JAKARTA - Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro memprediksi pertumbuhan ekonomi 2016 hanya sebatas 5%. Sebab pemerintah melakukan pemangkasan anggaran setelah paruh pertama tahun ini, sebanyak Rp133 triliun.

Andry menjelaskan, pemangkasan anggaran membuat laju ekonomi Indonesia tidak bisa berjalan kencang. Apalagi hingga mencapai target 5,1% seperti yang dikatakan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

"Kami perkirakan perekonomian Indonesia tahun 2016 hanya lima persen," ujarnya di Auditorium Plaza Mandiri, Jakarta, Jumat (9/9/2016).

Dia menyampaikan, peran government spending alias belanja pemerintah cukup besar dalam laju perekonomian kuartal II lalu. Namun ketika anggaran dipangkas maka membuat belanja pemerintah tidak sekencang periode sebelumnya.

"Sekarang euforia kuartal II tumbuh dari market konsensus jadi 5,18%. Didorong salah satunya belanja pemerintah 6,3%," kata Andry.

Sementara, Lanjut Andry, peran belanja pemerintah terhadap pertumbuhan hingga akhir tahun lalu sebesar 6,6%. Lebih rendah jika dibandingkan tahun ini yang sudah 6,3% sampai semester I.

"Tahun 2015 lalu banyak pola belanja pemerintah karena konsumsi masyarakat masih relatif sama. Sampai semester II tahun lalu 6,5%-6,6%," tuturnya.

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi kuartal lalu bisa melebihi ekspektasi juga karena periode puasa dan Idul Fitri. Hal ini dinilai tidak bisa berulang di kuartal III dan IV.

"Kuartal II naik karena Idul Fitri, bulan puasa dan musim panen. Kuartal IV ada liburan tapi sekarang local government spending di-cut," pungkasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Optimistis Ekonomi Tumbuh...
Optimistis Ekonomi Tumbuh 6% di 2026, Purbaya Sesumbar: Tak Terlalu Sulit Dicapai
Belanja Pemerintah Seret...
Belanja Pemerintah Seret Bikin Ekonomi RI Kontraksi, Pengamat Ungkap Masalahnya
Belanja Rp2.747 Triliun...
Belanja Rp2.747 Triliun Jadi Senjata Sri Mulyani Kerek Pertumbuhan Ekonomi
Jokowi Bidik Ekonomi...
Jokowi Bidik Ekonomi Tumbuh 5,3% di 2023, Pengamat Singgung Penurunan Belanja Negara
Indonesia Berpotensi...
Indonesia Berpotensi Resesi, MPR Dorong Percepatan Belanja Anggaran
Belanja Negara dalam...
Belanja Negara dalam Konvergensi Wilayah: Efektifkah?
Berita Terkini
Lompatan Sang Anak Bawang,...
Lompatan Sang 'Anak Bawang', Rahasia Sukses Vietnam Naik Kelas Jadi Berpendapatan Menengah Atas
5 jam yang lalu
TBS Foundation Dukung...
TBS Foundation Dukung Penanganan Kesehatan Warga Terdampak Kebakaran TPA Jatiwaringin
8 jam yang lalu
Ruang Kenaikan IHSG...
Ruang Kenaikan IHSG Diprediksi Terbatas Pekan Depan ke Level 5.900, Ini Sebabnya
8 jam yang lalu
Kemenkeu Bidik Raup...
Kemenkeu Bidik Raup Rp32 Triliun lewat Lelang Surat Utang Negara
10 jam yang lalu
Lanjutkan Tren Swasembada...
Lanjutkan Tren Swasembada Pangan RI, Mentan: Sudah 8 Komoditas, Tinggal Tiga Belum
10 jam yang lalu
Sektor Industri Bermasalah,...
Sektor Industri Bermasalah, RI Rawan Disalip Vietnam Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi
12 jam yang lalu
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved