Jokowi Bidik Ekonomi Tumbuh 5,3% di 2023, Pengamat Singgung Penurunan Belanja Negara
Selasa, 16 Agustus 2022 - 22:32 WIB
loading...
Pemerintah manargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 5,3% pada 2023. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah manargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 5,3% pada tahun depan. Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menyampaikan pidato APBN 2023 dan Nota Keuangan pada hari ini.
Menanggapi hal ini, Direktur Eksekutif Indef Tauhid Ahmad menyatakan bahwa target tersebut juga harus sejalan dengan belanja pemerintah. Karena menurutnya, berdasarkan data BPS dan realitasnya, pertumbuhan menguat berkat konsumsi penduduk yang mulai pulih.
''Sementara itu belanja pemerintah dalam pertumbuhan ekonomi masih negatif, harusnya juga ikut positif dalam menyumbang pertumbuhan ekonomi, bukan malah negatif. Ini jadi aneh,'' tukasnya kepada MNC Portal Indonesia (MPI), Selasa (16/8/2022).
Baca juga: 6 Catatan Anggota DPR atas Pidato Kenegaraan Presiden Jokowi, Nomor 5 Dukung IKN Lanjut
Dia juga menyatakan bahwa pertumbuhan harus dioptimalkan di berbagai sektor karena ada beberapa sektor yang pertumbuhannya relatif rendah seperti pertanian, industri, dan pertambangan. ''Padahal sektor tersebut banyak menyerap tenaga kerja,'' imbuhnya.
Menanggapi hal ini, Direktur Eksekutif Indef Tauhid Ahmad menyatakan bahwa target tersebut juga harus sejalan dengan belanja pemerintah. Karena menurutnya, berdasarkan data BPS dan realitasnya, pertumbuhan menguat berkat konsumsi penduduk yang mulai pulih.
''Sementara itu belanja pemerintah dalam pertumbuhan ekonomi masih negatif, harusnya juga ikut positif dalam menyumbang pertumbuhan ekonomi, bukan malah negatif. Ini jadi aneh,'' tukasnya kepada MNC Portal Indonesia (MPI), Selasa (16/8/2022).
Baca juga: 6 Catatan Anggota DPR atas Pidato Kenegaraan Presiden Jokowi, Nomor 5 Dukung IKN Lanjut
Dia juga menyatakan bahwa pertumbuhan harus dioptimalkan di berbagai sektor karena ada beberapa sektor yang pertumbuhannya relatif rendah seperti pertanian, industri, dan pertambangan. ''Padahal sektor tersebut banyak menyerap tenaga kerja,'' imbuhnya.
Lihat Juga :