Penyaluran Kredit 2017 di Perkirakan Tumbuh 12%

Selasa, 13 September 2016 - 20:14 WIB
Penyaluran Kredit 2017...
Penyaluran Kredit 2017 di Perkirakan Tumbuh 12%
A A A
JAKARTA - Penyaluran kredit 2017 diprediksi tumbuh sekitar 11%-12%, atau meningkat dibanding proyeksi pertumbuhan akhir tahun ini sebesar 7%-9%.

Penyaluran tersebut didorong oleh likuiditas perbankan tahun depan yang diperkirakan cukup seiring masuknya aliran dana baik terkait dana repatriasi maupun tumbuhnya investasi.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan, pertumbuhan kredit di 2017 seiring asumsi makro pertumbuhan ekonomi dalam RAPBN 2017 yang tumbuh sebesar 5,1%.

"Diskusi yang ada tentu ada hasil pembahasan APBN 2017, kami melihat pertumbuhan kredit ada di kisaran 12% lebih kalau seandainya di antara pemerintah dan DPR sepakat PDB di kisaran 5,2%. Tapi kalau seandainya PDB di 5,1%, mungkin pertumbuhan kreditnya sedikit lebih rendah," ujar Agus di Jakarta, Selasa (13/9/2016).

Hingga saat ini, pertumbuhan kredit masih di bawah 10%. Lambatnya pertumbuhan kredit antara lain dipengaruhi masih terkoreksinya kredit dalam denominasi valuta asing (valas) seiring lemahnya ekspor, akibat lambatnya pertumbuhan ekonomi global.
Hal ini berdampak pada perekonomian nasional.

Namun, pihaknya meyakini pada 2017 pertumbuhan kredit akan membaik dan tumbuh lebih tinggi dari 2016. "Kredit tahun ini kita perkirakan jatuh di bawah 10%. Dalam banyak hal, faktor ekonomi global masih lemah membuat ekpor kita turun, harga komoditas yang menjadi andalan Indonesia belum pulih dan dalam negeri ada kecenderungan kredit bermasalah atau NPL (non performing loan) yang sedikit meningkat membuat perbankan lebih hati-hati," tuturnya.

Kendati demikian, kredit perbankan diharapkan bisa meningkat tahun depan. Ditopang oleh perbaikan usaha di sektor swasta dan pembangunan infrastruktur pemerintah.

BI berharap, tahun depan sudah ada suatu perbaikan dari swasta, di mana mereka akan lebih aktif memulai investasi. Pemerintah juga walaupun ada sedikit konsolidasi di fiskal (pemangkasan anggaran) akan terus dengan pembangunan infrastrukturnya, sehingga Indonesia terlihat akan lebih baik.

Adapun untuk pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) diperkirakan akan lebih baik dari pertumbuhan kredit.
Terlihat pada akhir tahun, dana masuk akan besar di repatriasi hingga kuartal pertama tahun depan, sehingga pertumbuhan DPK akan lebih bagus dan konsisten dibanding kredit.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BI Ungkap Perusahaan...
BI Ungkap Perusahaan Terus Tingkatkan Utangnya ke Bank
BI Prediksi Pertumbuhan...
BI Prediksi Pertumbuhan Kredit Sisa 2024 Tetap Berada di Kisaran 10-12 Persen
Penyaluran Kredit Bank...
Penyaluran Kredit Bank Naik di Agustus 2023, BI Ungkap Penyebabnya
Penurunan Bunga Kredit...
Penurunan Bunga Kredit Bank Lamban, BI Bersiap Lakukan Ini
BI Ungkap Banyak Rumah...
BI Ungkap Banyak Rumah Tangga Ogah Tambah Utang dari Bank
Permintaan Utang Bank...
Permintaan Utang Bank Masih Loyo, Bos BI Beberkan Alasannya
Berita Terkini
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa Selama Periode Libur Sekolah 2026
36 menit yang lalu
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
1 jam yang lalu
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
3 jam yang lalu
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
3 jam yang lalu
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
4 jam yang lalu
Daftar Saham Paling...
Daftar Saham Paling Cuan hingga Boncos Sepanjang IHSG Sepekan
5 jam yang lalu
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved