IHSG Berakhir Kokoh di Zona Hijau, Bursa Asia Variatif
Kamis, 15 September 2016 - 16:33 WIB
IHSG Berakhir Kokoh di Zona Hijau, Bursa Asia Variatif
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan hari ini ditutup meroket dengan kenaikan 2,33% atau setara dengan 119,78 poin ke level 5.265,82. Penguatan pasar saham Tanah Air terjadi saat mayoritas bursa utama berakhir variatif.
Tren positif IHSG dicetak sejak pembukaan dan sesi I yang bertambah 54,05 poin atau 1,05% ke level 5.200,09. Sedangkan pada pembukaan tadi pagi menguat 17,11 poin atau 0,33% ke level 5.163,15 dan kemarin ditutup kehilangan 69,53 poin atau 1,33% ke level 5.146,04.
Dilansir CNBC, Kamis (15/9/2016) pasar saham Asia ditutup mixed di tengah ketidakpastian kebijakan bank sentral pada beberapa negara, sementara bursa saham di China, Taiwan dan Korea Selatan ditutup karena libur. Di Jepang, indeks Nikkei tergelincir 209,23 poin atau 1,26% ke level 16.405,01 saat indeks Topix jatuh 13,63 poin atau 1,04% ke posisi 1.301,11.
Pergerakan yen yang relatif menguat memberikan tekanan kepada pasar saham Jepang ditambah meningkatnya ketidakpastian mengenai kebijakan Bank of Japan (BoJ) yang akan menggelar rapat pekan depan. "Sentimen pasar rapuh jelang tinjauan komprehensif kebijakan BoJ," ucap Analis Bank DBS Singapura.
Saham sektor perbankan Jepang dan keuangan jatuh di tengah ketidakpastian BoJ ketika Mitsubishi menutup hari ini turun 1,93% diikuti SMFG melemah 1,88% serta Mizuho turun 1,62% ditambah Nomura Holdings menyusut 2.16 persen.
Di Hong Kong, index Hang Seng bertambah 1,03%, sedangkan indeks utama di Singapura, Malaysia dan India berakhir lebih rendah. Sedangkan pasar saham Australia ditutup naik 12,16 poin atau 0,23% ke level 5.239,86.
Sektor saham dalam negeri pada perdagangan hari ini tidak terkecuali berada pada tren positif. Sektor dengan kenaikan tertinggi adalah aneka industri sebesar 4,71% diikuti manufaktor yang bertambah 2,90%.
Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp9,65 triliun dengan 7,36 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp509,4 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp3,11 triliun, sedangkan aksi beli asing mencapai sebesar Rp2,60 triliun. Tercatat 239 saham menguat, 78 saham melemah dan 90 saham stagnan.
Saham-saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) meningkat Rp1.500 menjadi Rp62.500, PT Astra International Tbk. (ASII) bertambah Rp425 menjadi Rp8.150 dan PT Sigmagold Inti Perkasa Tbk. (TMPI) naik Rp76 menjadi Rp386.
Di sisi lain saham-saham yang melemah di antaranya PT Polaris Investama Tbk (PLAS) berkurang Rp85 menjadi Rp1.460, PT Panin Sekuritas Tbk. (PANS) menyusut Rp80 menjadi Rp3.720 dan PT Mega Manunggal Property Tbk. (MMLP) turun Rp30 menjadi Rp680.
Tren positif IHSG dicetak sejak pembukaan dan sesi I yang bertambah 54,05 poin atau 1,05% ke level 5.200,09. Sedangkan pada pembukaan tadi pagi menguat 17,11 poin atau 0,33% ke level 5.163,15 dan kemarin ditutup kehilangan 69,53 poin atau 1,33% ke level 5.146,04.
Dilansir CNBC, Kamis (15/9/2016) pasar saham Asia ditutup mixed di tengah ketidakpastian kebijakan bank sentral pada beberapa negara, sementara bursa saham di China, Taiwan dan Korea Selatan ditutup karena libur. Di Jepang, indeks Nikkei tergelincir 209,23 poin atau 1,26% ke level 16.405,01 saat indeks Topix jatuh 13,63 poin atau 1,04% ke posisi 1.301,11.
Pergerakan yen yang relatif menguat memberikan tekanan kepada pasar saham Jepang ditambah meningkatnya ketidakpastian mengenai kebijakan Bank of Japan (BoJ) yang akan menggelar rapat pekan depan. "Sentimen pasar rapuh jelang tinjauan komprehensif kebijakan BoJ," ucap Analis Bank DBS Singapura.
Saham sektor perbankan Jepang dan keuangan jatuh di tengah ketidakpastian BoJ ketika Mitsubishi menutup hari ini turun 1,93% diikuti SMFG melemah 1,88% serta Mizuho turun 1,62% ditambah Nomura Holdings menyusut 2.16 persen.
Di Hong Kong, index Hang Seng bertambah 1,03%, sedangkan indeks utama di Singapura, Malaysia dan India berakhir lebih rendah. Sedangkan pasar saham Australia ditutup naik 12,16 poin atau 0,23% ke level 5.239,86.
Sektor saham dalam negeri pada perdagangan hari ini tidak terkecuali berada pada tren positif. Sektor dengan kenaikan tertinggi adalah aneka industri sebesar 4,71% diikuti manufaktor yang bertambah 2,90%.
Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp9,65 triliun dengan 7,36 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp509,4 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp3,11 triliun, sedangkan aksi beli asing mencapai sebesar Rp2,60 triliun. Tercatat 239 saham menguat, 78 saham melemah dan 90 saham stagnan.
Saham-saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) meningkat Rp1.500 menjadi Rp62.500, PT Astra International Tbk. (ASII) bertambah Rp425 menjadi Rp8.150 dan PT Sigmagold Inti Perkasa Tbk. (TMPI) naik Rp76 menjadi Rp386.
Di sisi lain saham-saham yang melemah di antaranya PT Polaris Investama Tbk (PLAS) berkurang Rp85 menjadi Rp1.460, PT Panin Sekuritas Tbk. (PANS) menyusut Rp80 menjadi Rp3.720 dan PT Mega Manunggal Property Tbk. (MMLP) turun Rp30 menjadi Rp680.
(akr)
Lihat Juga :