HT: Jadikan Masyarakat Pelaku Ekonomi, Bukan Penonton

Jum'at, 16 September 2016 - 10:12 WIB
HT: Jadikan Masyarakat...
HT: Jadikan Masyarakat Pelaku Ekonomi, Bukan Penonton
A A A
KENDARI - Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT) mengatakan, Indonesia harus banting setir dari kapitalisme menjadi ekonomi kesejahteraan. Hal tersebut disampaikan saat melantik 170 DPC se-Sulawesi Tenggara.

“Saat ini kita menganut kapitalisme, semua diperlakukan sama, padahal mayoritas masyarakat belum mapan. Ini harus diubah,” kata HT.

(Baca Juga: HT Ajak Masyarakat Bersatu Hadapi Tantangan Ekonomi di Kendari)

HT mengatakan seharusnya masyarakat belum mapan diberikan perlakuan khusus agar bisa bisa bertumbuh. Perlakuan khusus yang dimaksud di antaranya akses modal murah, pelatihan dan proteksi.

“Masyarakat di daerah harus dimajukan dengan kebijakan konstruktif. Jadikan mereka pelaku bukan penonton,” ujarnya.

Ekonomi kesejahteraan, menurutnya memberikan perlakuan khusus sehingga masyarakat yang sebelumnya tidak produktif menjadi produktif. Lapangan pekerjaan tercipta dan basis pembayar pajak bertambah besar.

Ditambahkan olehnya keberadaan MEA jug harus dibatasi. Kepad kader Perindo, HT berpesan melekat kewajiban sebagai anak bangsa untuk membawa Indonesia menuju kemakmuran. “Jangan sampai tenaga kerja asing masuk dengan mudah, prioritaskan tenaga kerja kita,” tutupnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
HT Tegaskan Sulsel dan...
HT Tegaskan Sulsel dan Sumut Harus Jadi Lumbung Suara Partai Perindo
Apresiasi Natal Nasional...
Apresiasi Natal Nasional 2023 di Surabaya Sukses, HT: Ramai Sekali
Hary Tanoesoedibjo:...
Hary Tanoesoedibjo: Ekonomi RI Akan Segera Pulih
Harapan Hary Tanoe di...
Harapan Hary Tanoe di HUT Soulyu
Bangkitkan Ekonomi Masyarakat,...
Bangkitkan Ekonomi Masyarakat, HT Serahkan Bantuan Gerobak Perindo di Pontianak
Hary Tanoesoedibjo:...
Hary Tanoesoedibjo: MNC Group Dukung Pemulihan Ekonomi RI
Berita Terkini
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
33 menit yang lalu
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
50 menit yang lalu
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
9 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
10 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
10 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
11 jam yang lalu
Infografis
Ekonomi Indonesia Tumbuh...
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,12% di Kuartal II 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved