Darmin Minta KUR Lebih Fokus ke Kredit Mikro Sektor Pangan

Sabtu, 17 September 2016 - 01:49 WIB
Darmin Minta KUR Lebih...
Darmin Minta KUR Lebih Fokus ke Kredit Mikro Sektor Pangan
A A A
JAKARTA - Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) secara global sebenarnya tidak berada di bawah harapan. Hanya saja kalau melihat realisasi penyalurannya per 31 Agustus 2016, KUR masih lebih banyak dinikmati sektor perdagangan (besar dan eceran) yang mencapai 68%.

Sedangkan sektor pertanian (termasuk perkebunan, kehutanan) hanya mencatat penyerapan 15,51%. Sektor lainnya bahkan lebih kecil lagi, yakni jasa-jasa 10,86%, industri pengolahan 4,49%, dan perikanan 1,15%.

“Padahal arah yang diinginkan pemerintah, KUR mestinya menyasar kredit mikro. Komposisi yang sekarang belum sesuai dengan komposisi perekonomian kita. Kami ingin KUR ini lebih disalurkan kepada petani, nelayan dan peternak,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, di kantornya, Jakarta, Jumat (16/9/2016).

Salah satu penyebab tersendatnya realisasi KUR ke sektor pertanian adalah minimnya sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki kalangan bank penyalur untuk menjangkau para calon debitur di lapangan.

“Sektor perdagangan selama ini lebih menguasai. Ini disebabkan karena perdagangan berada di garda terdepan, paling mudah dijangkau. Sementara sektor pertanian sulit untuk dijangkau,” imbuh Darmin.

Ditempat yang sama, Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman Hadad lantas menyarankan, pemerintah perlu melakukan pendekatan berbeda untuk meningkatkan realisasi KUR di luar sektor perdagangan.

“Pemerintah perlu mendalami kemungkinan adanya KUR khusus untuk mendorong ekskalasi pertumbuhan KUR di luar sektor perdagangan,” ungkapnya.

OJK yang melakukan kajian cepat terhadap data debitur pada tiga bank BUMN (BRI, BNI, Mandiri) pada Juni 2016 mendapatkan hasil 58,30% debitur yang menerima fasilitas KUR pada 2016 merupakan debitur baru. 23,73% merupakan debitur switching dari KUR skema lama, dan 17,97% merupakan debitur switching dari kredit komersial. “Untuk tahun depan, yang switching ini harus dikurangi,” tegas Darmin.

Berdasarkan data Kemenko Perekonomian, hingga September 2016 penyaluran KUR sudah mencapai sekitar 65% dari target penyaluran Rp 120 triliun. Penyaluran tersebut meliputi kredit mikro sebesar Rp 44,7 triliun dan ritel Rp 20,5 triliun. Sementara untuk penempatan tenaga kerja Indonesia baru terealisasi Rp79,5 miliar.

Rakor juga menyepakati untuk memperluas basis penerima KUR tahun depan. “Sektor e-commerce untuk startup harus diantisipasi. Juga untuk para petani karet,” kata Darmin.

Selain itu agar bank syariah juga bisa menyalurkan KUR, klausul tentang margin akan ditambahkan dalam rencana revisi Permenko tentang KUR. Begitu pula badan hukum koperasi bisa ambil bagian dalam penyaluran KUR.

“Tapi Kementerian Koperasi bersama OJK harus menyusun parameter mana koperasi yang sehat, mana yang tidak agar seluruh lembaga penyalur memiliki level playing field yang sama,” tambahnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Plafon hanya Rp70 Triliun,...
Plafon hanya Rp70 Triliun, KUR Pertanian Sudah Terserap Rp44,5 Triliun
Kementan Sosialisasi...
Kementan Sosialisasi KUR, Aceh Dapat Alokasi Rp 3 Triliun
Mentan Serahkan KUR...
Mentan Serahkan KUR hingga Rp500 Juta Per Konstraling di Cilacap
Serapan KUR Pertanian...
Serapan KUR Pertanian 2020 Lampaui Target
Lampaui Target, Penyaluran...
Lampaui Target, Penyaluran KUR Pertanian hingga Oktober 2022 Capai Rp90,8 T
Hingga Oktober, Realisasi...
Hingga Oktober, Realisasi KUR Capai Rp130,91 Triliun
Berita Terkini
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Turun Lagi Rp10 Ribu per Gram, Saatnya Beli Bunda?
24 menit yang lalu
Impor Energidari 41...
Impor Energidari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia:Kami Cari yang Paling Murah!
1 jam yang lalu
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
1 jam yang lalu
Borong Penghargaan HR...
Borong Penghargaan HR Asia 2026, Pegadaian Buktikan Diri Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia!
10 jam yang lalu
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
10 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
10 jam yang lalu
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved