7.000 Karyawan di PHK, Luhut Dicurhati Asosiasi Perikanan

Senin, 19 September 2016 - 14:18 WIB
7.000 Karyawan di PHK,...
7.000 Karyawan di PHK, Luhut Dicurhati Asosiasi Perikanan
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengaku menerima curahan hati (curhat) dari beberapa asosiasi perikanan terkait Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap 7.000 karyawan sektor perikanan di Bali. Diterangkan penyebabnya karena pelarangan jaring cantrang untuk menangkap ikan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Permen KP nomor 2/2015

Dia menambahkan pemutusan kerja juga terjadi tidak hanya di Bali, tapi pada beberapa wilayan seperti di antaranya Pati, Tegal, Jakarta, hingga Merauke. "Ya banyak keluhan. Tadi juga ada yang dari Bali, mereka katakan 7.000 pegawai mereka sudah PHK. Bitung juga begitu, Pati, Tegal, Jakarta juga dari Muara Baru, dari merauke, Sorong itu mereka semua sampaikan ini," ujarnya di Jakarta, Senin (19/9/2016).

(Baca Juga: Kadin Desak Menteri Susi Benahi Sektor Perikanan)

Lanjut dia menerangkan bahwa para asosiasi ini meminta pemerintah agar nelayan bisa melaut lagi dengan menggunakan kapal cantrang. Sebab batas morotarium masih Januari nanti. "Sekarang kita tinggal bikin, mereka minta supaya mereka bisa melaut lagi. Intinya itu, seperti cantrang ini mereka katakan deadlinenya kan moratoriumnya Januari 2017," sambung dia.

Luhut kemudian menambahkan, mereka sepakat untuk memelihara lingkungan supaya tidak berlebihan dalam memancing selain itu juga akan bayar pajak. "Jadi intinya, kita mau jadi tuan rumah di dalam negeri. Nelayan ini supaya ambil ikan di Indonesia, ngapain orang lain? Mereka sepakat dan setuju," pungkasnya.

Sebagai informasi Pemerintah melalui Keputusan Presiden (Keppres) RI Nomor 39/1980 telah melarang jaring trawl karena bisa membahayakan ekosistem laut, dan kembali ditegaskan melalui Undang-Undang Nomor 45 tahun 2010 tentang Perikanan. Pelarangan cantrang juga diberlakukan KKP melalui Permen KP nomor 2/2015,
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jamin Keamanan Wilayah...
Jamin Keamanan Wilayah Pesisir Laut Arafura, Kemenko Marves Lakukan Ini
KKP Segel Lahan Proyek...
KKP Segel Lahan Proyek Reklamasi di Batam
5 Nelayan RI Bebas Usai...
5 Nelayan RI Bebas Usai Ditangkap Aparat Malaysia
Surga Investasi Hasil...
Surga Investasi Hasil Laut dan Pariwisata di Provinsi Papua
Menteri Sakti Bongkar...
Menteri Sakti Bongkar Alasan Kenapa Butuh Aturan Penataan Alur Pipa Kabel Bawah Laut
Harta Karun di Laut...
Harta Karun di Laut RI Bakal Dikeruk Investor Asing, Negara Dapat Bagian?
Berita Terkini
Babak Baru Perang Energi:...
Babak Baru Perang Energi: OPEC+ Siap Banjiri Pasar Global, Siap-siap Harga Minyak Makin Ambles
1 jam yang lalu
Lompatan Sang Anak Bawang,...
Lompatan Sang 'Anak Bawang', Rahasia Sukses Vietnam Naik Kelas Jadi Berpendapatan Menengah Atas
7 jam yang lalu
TBS Foundation Dukung...
TBS Foundation Dukung Penanganan Kesehatan Warga Terdampak Kebakaran TPA Jatiwaringin
9 jam yang lalu
Ruang Kenaikan IHSG...
Ruang Kenaikan IHSG Diprediksi Terbatas Pekan Depan ke Level 5.900, Ini Sebabnya
10 jam yang lalu
Kemenkeu Bidik Raup...
Kemenkeu Bidik Raup Rp32 Triliun lewat Lelang Surat Utang Negara
11 jam yang lalu
Lanjutkan Tren Swasembada...
Lanjutkan Tren Swasembada Pangan RI, Mentan: Sudah 8 Komoditas, Tinggal Tiga Belum
12 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved