Rupiah Dibuka Menguat 8 Poin ke Rp13.144/USD
Selasa, 20 September 2016 - 10:38 WIB
Rupiah Dibuka Menguat 8 Poin ke Rp13.144/USD
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan di pasar spot, Selasa (20/9/2016) dibuka menguat tipis 8 poin atau 0,06% ke level Rp13.144/USD.
Hal ini melanjutkan penutupan kemarin, dimana mata uang Garuda berhasil naik ke zona hijau, dengan merangkak 3 poin atau 0,02% ke Rp13.152/USD.
Melansir data Yahoo Finance, Selasa (20/9), rupiah juga dibuka menguat 10 poin atau 0,08% ke posisi Rp13.142/USD. Rupiah hari ini diperkirakan bergerak di Rp13.125-Rp13.164/USD.
Data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah pada Selasa ini dipatok Rp13.142/USD. Terapresiasi 12 poin dari posisi Rp13.164/USD pada Senin (19/9).
Penguatan ini tidak lepas dari pasar global yang panas dingin dalam beberapa hari terakhir menunggu keputusan The Fed, apakah jadi menaikkan suku bunga pada akhir tahun. Melansir Reuters, Selasa (20/9), hal ini membuat indeks USD terhadap sekeranjang enam rival utama bergerak datar di 95,845 DXY.
Indeks USD diperdagangkan melemah terhadap yen yaitu 101,56 ¥ JPY, dimana terakhir turun 0,1% ke 101,82 ¥ JPY. Dan Euro stabil di $ 1,1177 EUR.
Kepala Peneliti di Bank Wealth Management di Portland, Oregon, Amerika Serikat, Jennifer Vail menyebut banyak ketidakpastian yang mengarah ke The Fed.
Lanjut dia, sebagaimana kebanyakan investor berharap The Fed menahan diri dari rencana mengambil langkah-langkah baru, yang justru bisa berakibat buruk terhadap keseimbangan ekonomi.
Hal ini melanjutkan penutupan kemarin, dimana mata uang Garuda berhasil naik ke zona hijau, dengan merangkak 3 poin atau 0,02% ke Rp13.152/USD.
Melansir data Yahoo Finance, Selasa (20/9), rupiah juga dibuka menguat 10 poin atau 0,08% ke posisi Rp13.142/USD. Rupiah hari ini diperkirakan bergerak di Rp13.125-Rp13.164/USD.
Data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah pada Selasa ini dipatok Rp13.142/USD. Terapresiasi 12 poin dari posisi Rp13.164/USD pada Senin (19/9).
Penguatan ini tidak lepas dari pasar global yang panas dingin dalam beberapa hari terakhir menunggu keputusan The Fed, apakah jadi menaikkan suku bunga pada akhir tahun. Melansir Reuters, Selasa (20/9), hal ini membuat indeks USD terhadap sekeranjang enam rival utama bergerak datar di 95,845 DXY.
Indeks USD diperdagangkan melemah terhadap yen yaitu 101,56 ¥ JPY, dimana terakhir turun 0,1% ke 101,82 ¥ JPY. Dan Euro stabil di $ 1,1177 EUR.
Kepala Peneliti di Bank Wealth Management di Portland, Oregon, Amerika Serikat, Jennifer Vail menyebut banyak ketidakpastian yang mengarah ke The Fed.
Lanjut dia, sebagaimana kebanyakan investor berharap The Fed menahan diri dari rencana mengambil langkah-langkah baru, yang justru bisa berakibat buruk terhadap keseimbangan ekonomi.
(ven)