Ekonomi RI Rentan Terkena Imbas Negatif Kenaikan Suku Bunga AS

Selasa, 20 September 2016 - 23:11 WIB
Ekonomi RI Rentan Terkena...
Ekonomi RI Rentan Terkena Imbas Negatif Kenaikan Suku Bunga AS
A A A
JAKARTA - Ancaman utama bagi pasar domestik saat ini adalah kemungkinan terguncangnya pasar finansial apabila Fed atau Bank Sentral Amerika Serikat (AS) menaikkan kembali suku bunga acuan tengah pekan ini. Ekspektasi peningkatan suku bunga AS bulan ini memang sangat rendah, namun spekulasi tentang rencana Fed meningkatkan suku bunga AS masih berlanjut.

(Baca Juga: Ketahanan Ekonomi RI Bakal Diuji Kenaikan Fed Rate)

VP of Market Research FXTM Jameel Ahmad mengatakan, jika terjadi peristiwa di luar dugaan dapat menjadi risiko besar bagi seluruh ekonomi pasar berkembang. Menurutnya apabila suku bunga AS ditingkatkan, seantero pasar berkembang termasuk Indonesia terancam mengalami arus keluar kas.

"Investor yang mencari imbal hasil dari suku bunga yang lebih tinggi akan mengakibatkan pembelian aset AS dan mungkin saja terjadi aksi jual Rupiah," terang Jameel dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (20/9/2016).

Menurut dia, walaupun USD sedikit melemah pada pembukaan pekan ini, USD memantul dan meningkat tajam pada penutupan pekan lalu dan menekan sejumlah mata uang utama lainnya seperti EUR dan GBP.

"Salah satu alasan menguatnya USD adalah data inflasi bulan Agustus yang menggembirakan, namun kita tentu bertanya-tanya apakah hal itu juga disebabkan karena investor menyesuaikan posisinya menjelang keputusan suku bunga Fed Rabu sore ini," paparnya.

Walaupun ekspektasi pasar saat ini untuk peningkatan suku bunga di bulan September hanya sekitar 15% dan akan ada banyak kontroversi apabila suku bunga ditingkatkan, namun masih ada peluang bahwa Fed akan meningkatkan suku bunga. Sejumlah pejabat Fed mengeluarkan komentar dalam beberapa pekan terakhir bahwa argumen untuk meningkatkan suku bunga semakin kuat.

Dia mengatakan, ini menyiratkan bahwa sebagian anggota Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) mungkin akan berlawanan pendapat dan memberikan suaranya untuk peningkatan suku bunga AS, dan ada argumen lain bahwa satu kali peningkatan suku bunga lagi layak dilakukan apabila Fed memenuhi mandatnya untuk mencapai stabilitas harga dan penyerapan tenaga kerja maksimum.

Sementara itu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan Rupiah mencatat kinerja positif di awal pekan ini. Rupiah sedikit menguat terhadap Dolar dan IHSG ditutup menguat sekitar 1%. Langkah pelonggaran moneter dari Bank Indonesia (BI) sangat membantu IHSG sepanjang tahun 2016 dan sinyal pelonggaran melalui kebijakan moneter maupun stimulus fiskal dari pemerintah RI mungkin akan terus meningkatkan optimisme terhadap pasar domestik.

"Satu alasan mengapa sentimen terhadap IHSG sangat menguat Senin ini mungkin karena Mantan Wakil Presiden Boediono berkomentar bahwa Indonesia berpeluang menjadi salah satu dari tujuh ekonomi terkuat dunia di tahun 2030," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
3 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
4 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
4 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
5 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
5 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
6 jam yang lalu
Infografis
Jadi Jantung Ekonomi...
Jadi Jantung Ekonomi RI, Jumlah Kelas Menengah Turun Drastis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved