Rupiah Pulang Perkasa 8 Poin ke Rp13.137/USD
Rabu, 21 September 2016 - 17:09 WIB
Rupiah Pulang Perkasa 8 Poin ke Rp13.137/USD
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan di pasar spot, Rabu (21/9/2016) berakhir naik 8 poin atau 0,06% ke Rp13.137/USD.
Sebelumnya pada awal perdagangan Rabu (21/9), mata uang Garuda terpantau tergelincir 3 poin atau 0,02% ke Rp13.148/USD. Bahkan dalam sesi I perdagangan hari ini, rupiah sempat terjerembab lebih dalam 17 poin atau 0,13% ke level Rp13.162/USD.
Sepanjang hari ini, rupiah diperdagangkan pada kisaran Rp13.122-Rp13.178/USD.
Berdasarkan data Yahoo Finance, Rabu (21/9), rupiah ditutup naik 14 poin atau 0,10% ke posisi Rp13.134/USD. Sepanjang Rabu ini, rupiah diperdagangkan di level Rp13.144-Rp13. 163/USD.
Data Sindonews yang bersumber dari Limas, pada hari ini, rupiah ditutup ke posisi Rp13.155/USD. Sedangkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia mematok rupiah pada Rabu (21/9) sebesar Rp13.148/USD alias terdepresiasi 6 poin atau 0,05% dari posisi Rp13.142/USD pada Selasa kemarin.
Penguatan rupiah ditengarai karena investor masih menunggu keputusan pertemuan The Fed. Sementara itu, pencapaian uang tebusan tax amnesty sebesar Rp1.000 triliun menjadi stimulus bagi penguatan rupiah (faktor eksternal). Apalagi ada harapan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang akan memangkas suku bunga.
Namun indeks USD terhadap sekeranjang mata uang utama menguat. Melansir CNBC, Rabu (21/9) greenback naik ke 96,151 per 03: 11 HK / SIN, dari perolehan Selasa pada level 95,634. Hal ini menyusul keputusan kebijakan Bank of Japan yang tetap mempertahankan suku bunga deposito minus 0,1%.
Alhasil mata uang yen Jepang tergelincir ke 102,78 per dolar AS setelah pengumuman tersebut, dibandingkan dengan sebelumnya yang tinggi di posisi 101,09 terhadap greenback.
Meski demikian dolar masih akan diawasi ketat sepanjang hari ini, mengingat investor sedang menanti-nanti keputusan kebijakan moneter oleh Federal Reserve. Hanya saja kebanyakan pengamat pasar tidak mengharapkan adanya kenaikan suku bunga.
Sebelumnya pada awal perdagangan Rabu (21/9), mata uang Garuda terpantau tergelincir 3 poin atau 0,02% ke Rp13.148/USD. Bahkan dalam sesi I perdagangan hari ini, rupiah sempat terjerembab lebih dalam 17 poin atau 0,13% ke level Rp13.162/USD.
Sepanjang hari ini, rupiah diperdagangkan pada kisaran Rp13.122-Rp13.178/USD.
Berdasarkan data Yahoo Finance, Rabu (21/9), rupiah ditutup naik 14 poin atau 0,10% ke posisi Rp13.134/USD. Sepanjang Rabu ini, rupiah diperdagangkan di level Rp13.144-Rp13. 163/USD.
Data Sindonews yang bersumber dari Limas, pada hari ini, rupiah ditutup ke posisi Rp13.155/USD. Sedangkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia mematok rupiah pada Rabu (21/9) sebesar Rp13.148/USD alias terdepresiasi 6 poin atau 0,05% dari posisi Rp13.142/USD pada Selasa kemarin.
Penguatan rupiah ditengarai karena investor masih menunggu keputusan pertemuan The Fed. Sementara itu, pencapaian uang tebusan tax amnesty sebesar Rp1.000 triliun menjadi stimulus bagi penguatan rupiah (faktor eksternal). Apalagi ada harapan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang akan memangkas suku bunga.
Namun indeks USD terhadap sekeranjang mata uang utama menguat. Melansir CNBC, Rabu (21/9) greenback naik ke 96,151 per 03: 11 HK / SIN, dari perolehan Selasa pada level 95,634. Hal ini menyusul keputusan kebijakan Bank of Japan yang tetap mempertahankan suku bunga deposito minus 0,1%.
Alhasil mata uang yen Jepang tergelincir ke 102,78 per dolar AS setelah pengumuman tersebut, dibandingkan dengan sebelumnya yang tinggi di posisi 101,09 terhadap greenback.
Meski demikian dolar masih akan diawasi ketat sepanjang hari ini, mengingat investor sedang menanti-nanti keputusan kebijakan moneter oleh Federal Reserve. Hanya saja kebanyakan pengamat pasar tidak mengharapkan adanya kenaikan suku bunga.
(ven)