Rupiah Diprediksi Menguat Terbatas
Kamis, 22 September 2016 - 09:03 WIB
Rupiah Diprediksi Menguat Terbatas
A
A
A
JAKARTA - Masih sama seperti hari kemarin, di mana pelaku pasar cenderung melakukan transaksi dengan memanfaatkan pelemahan USD yang tertekan seiring munculnya rasa pesimisme akan kenaikan tingkat suku bunga AS bulan ini.
"Sehingga membuat rupiah menguat terbatas pada perdagangan kemarin sebanyak 12 poin di level Rp13.136/USD," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (22/9/2016).
Reza memprediksi rupiah akan bergerak di kisaran level support Rp13.165/USD serta resisten Rp13.125/USD.
Sementara, jelang pertemuan The Fed, terlihat laju mata uang dunia cenderung bergerak variatif dengan kisaran tipis terhadap USD.
Keadaan tersebut menggambarkan keadaan pelaku pasar yang cenderung wait and see hingga keputusan tersebut keluar. Variatifnya laju mata uang Asia juga ditopang oleh laju yen yang melemah terhadap USD pasca rapat BoJ.
Pelaku pasar sendiri memperkirakan, The Fed belum akan menaikkan suku bunga AS di bulan ini seiring masih belum kuatnya data-data ekonomi AS.
"Termasuk rupiah yang berfluktuasi di kisaran sempit menjelang pertemuan FOMC. Dari dalam negeri, investor juga sedang menanti arah kebijakan Bank Indonesia. BI akan mengadakan Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 21-22 September 2016," pungkasnya.
"Sehingga membuat rupiah menguat terbatas pada perdagangan kemarin sebanyak 12 poin di level Rp13.136/USD," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (22/9/2016).
Reza memprediksi rupiah akan bergerak di kisaran level support Rp13.165/USD serta resisten Rp13.125/USD.
Sementara, jelang pertemuan The Fed, terlihat laju mata uang dunia cenderung bergerak variatif dengan kisaran tipis terhadap USD.
Keadaan tersebut menggambarkan keadaan pelaku pasar yang cenderung wait and see hingga keputusan tersebut keluar. Variatifnya laju mata uang Asia juga ditopang oleh laju yen yang melemah terhadap USD pasca rapat BoJ.
Pelaku pasar sendiri memperkirakan, The Fed belum akan menaikkan suku bunga AS di bulan ini seiring masih belum kuatnya data-data ekonomi AS.
"Termasuk rupiah yang berfluktuasi di kisaran sempit menjelang pertemuan FOMC. Dari dalam negeri, investor juga sedang menanti arah kebijakan Bank Indonesia. BI akan mengadakan Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 21-22 September 2016," pungkasnya.
(ven)