Rupiah Dibuka Mendatar Setelah Kemarin Menguat Tajam

Jum'at, 23 September 2016 - 10:53 WIB
Rupiah Dibuka Mendatar...
Rupiah Dibuka Mendatar Setelah Kemarin Menguat Tajam
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini stagnan, setelah kemarin ditutup berhasil menguat. Kondisi ini terjadi saat USD menguat di perdagangan Asia.

Menurut data Yahoo Finance, rupiah dibuka berada di level Rp13.080/USD dengan kisaran harian Rp13.057-Rp13.092/USD atau masih tercatat mendatar dari posisi kemarin di level Rp13.085/USD.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka di level Rp13.098/USD. Posisi ini tidak bergerak dari kemarin di level yang sama.

Sementara, data Bloomberg menunjukkan rupiah dibuka pada level Rp13.071/USD dengan kisaran harian Rp13.071-Rp13.209/USD. Namun, pada pukul 10.15 bergerak ke level Rp13.097/USD.

Sumber Sindonews dikutip dari Limas rupiah dibuka pada level Rp13.102/USD atau sedikit memburuk dari posisi kemarin di level Rp13.090/USD.

Dilansir Reuters, USD pagi ini menguat di perdagangan Asia, namun masih berada di jalur untuk mengakhiri pekan yang penuh gejolak dengan kerugian setelah Federal Reserve (The Fed) memangkas ekspektasi suku bunga jangka panjang dan Bank of Japan me-restart kerangka kebijakan moneter.

The Fed pada Rabu kemarin memutuskan suku bunga tidak berubah, tetapi sinyalemen masih bisa mengetatkan kebijakan moneter pada akhir tahun ini. Bank sentral memproyeksikan kenaikan suku bunga kurang agresif tahun depan dan 2018, dan diperkirakan akan memangkas lagi menjadi 2,9% dari sebelumnya 3,0%.

USD terhadap yen naik 0,3% ke level 101,04, menarik diri dari posisi rendah yang hampir empat pekan di posisi 100,10. Yutaka Miura, analis teknikal senior di Mizuho Securities mengatakan, tingkat 100-yen tetap menjadi titik teknis utama, dan berhenti sejenak yang bisa membuka downside.

Euro terhadap USD juga tercatat turun 0,1% menjadi 1,1201, naik 1,1% untuk pekan ini. Sementara, euro terhadap yen juga naik 0,3% ke 113,24, namun masih tercatat melemah 0,7% untuk pekan ini.

Indeks USD yang melacak greenback terhadap enam rival mata uang utama, sedikit lebih tinggi di posisi 95,456 DXY, di jalur kerugian mingguan sebesar 0,7%.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
17 menit yang lalu
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
46 menit yang lalu
Pelemahan Emas Antam...
Pelemahan Emas Antam Berlanjut ke Rp2.6 Juta per Gram, Ini Daftar Lengkapnya
2 jam yang lalu
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
4 jam yang lalu
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
4 jam yang lalu
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
5 jam yang lalu
Infografis
Doa Malam Nisfu Syaban...
Doa Malam Nisfu Syaban Setelah Membaca Surat Yasin
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved