Sudirman Said: Indonesia Masih Terjebak Ketergantungan Impor

Sabtu, 24 September 2016 - 22:31 WIB
Sudirman Said: Indonesia...
Sudirman Said: Indonesia Masih Terjebak Ketergantungan Impor
A A A
JAKARTA - Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menilai penyakit Indonesia yang masih tergantung impor belum sembuh. Bahkan kata dia, Indonesia kini terjebak terhadap ketergantungan impor yang begitu besar. Alhasil kecanduan ini menggerus kapasitas nasional.

Dia pun mencontohkan soal kesenjangan antara kebutuhan minyak dan gas di Tanah Air yang demikian besar. Ketergantungan impor migas ini membuat produksi migas di dalam negeri kian hari kian tergerus.

Kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia mencapai 1,5 juta barel per hari (bph). Namun produksi migas di dalam negeri hanya mampu sebesar 800 bph.

"Energi makin hari kesenjangannya semakin lebar. Betapa seringnya kita terperangkap pada cara pandang dan sikap kerja yang gampang. Kalau kurang ya impor saja," katanya dalam Forum Diskusi Ketahaan Energi untuk Masa Depan Indonesia di Jakarta, Sabtu (24/9/2016).

Baca: Mantan Menteri ESDM Sudirman Said Kembali Muncul

Tak hanya itu, sambung mantan Bos PT Pindad (Persero) ini, pada 10 tahun pemerintahan Susilo bambang Yudhoyono (SBY), pemerintah telah menghabiskan Rp100 triliun untuk mengimpor alat utama sistem persenjataan (alutsista). Namun hanya sekitar Rp20 triliun belanja alutsista tersebut yang masuk ke industri dalam negeri.

"Artinya Rp80 triliun pergi keluar. Artinya lagi memang daya mampu kita itu sangat rendah dan ketergantungan pada impor dan kapasitas luar sangat tinggi," imbuh dia.

Menurutnya, secanggih-canggihnya senjata yang diimpor dari luar negeri, namun akan terlihat biasa saja lantaran tidak diproduksi di dalam negeri. Sementara, meskipun senjata yang diproduksi di dalam negeri tidak terlalu canggih, namun akan terlihat luar biasa karena diikuti dengan pembangunan kapasitas nasional (national capacity).

"Betapa seringnya kita terperangkap pada cara pandang dan sikap kerja yang gampang. Kalau kurang impor saja, kan lebih murah. Tapi sebetulnya kita sedang membunuh national capacity," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BPH Migas Gandeng PT...
BPH Migas Gandeng PT Pindad, Perkuat Pengawasan Distribusi Migas
Perkuat Pengawasan BBM,...
Perkuat Pengawasan BBM, BPH Migas MoU dengan PT Pindad
Substitusi Barang Impor,...
Substitusi Barang Impor, PT TRK Peroleh Penghargaan Ditjen Migas
Pindad Turun Gunung:...
Pindad Turun Gunung: Dari Maung ke Lumpur Sawah, Siapkan Mobil Listrik Murah Meriah Rp50 Jutaan
Detail si Maung Mobil...
Detail si 'Maung' Mobil Rantis Buatan Pindad
Pindad Terjunkan Rantis...
Pindad Terjunkan Rantis Maung MV3 Mobile Jammer di IKN
Berita Terkini
Elnusa Petrofin Salurkan...
Elnusa Petrofin Salurkan Perdana Biosolar B50 untuk Sektor Industri
34 menit yang lalu
Singapura Mulai Proyek...
Singapura Mulai Proyek Raksasa Lawan Kenaikan Permukaan Laut
39 menit yang lalu
M2P Fintech Dorong Industri...
M2P Fintech Dorong Industri Keuangan Perkuat Sistem Anti-Fraud Berbasis AI
1 jam yang lalu
Intip Kontribusi Vokasi...
Intip Kontribusi Vokasi Sampoerna Karya Bangsa untuk Cetak SDM Unggul
1 jam yang lalu
Said Iqbal Minta Pajak...
Said Iqbal Minta Pajak JHT Dihapus bagi Seluruh Penerima
1 jam yang lalu
Sinergi Berkelanjutan,...
Sinergi Berkelanjutan, bank bjb Dukung Percepatan Program Rumah Layak Huni melalui BSPS 2026
1 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved