Kerugian Hingga Rp 126,5 Triliun, OJK Blokir Puluhan Situs Investasi Bodong

Minggu, 25 September 2016 - 22:31 WIB
Kerugian Hingga Rp 126,5...
Kerugian Hingga Rp 126,5 Triliun, OJK Blokir Puluhan Situs Investasi Bodong
A A A
YOGYAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berusaha mengurangi dampak kerugian masyarakat yang ditimbulkan akibat investasi bodong. Otoritas ini selalu melakukan tindakan preventif dengan berbagai sosialisasi serta penindakan ketika sudah menimbulkan kerugian di masyarakat.

Kepala Bagian Industri Keuangan Non Bank, Edukasi dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Probos Sukesi mengatakan, saat ini investasi bodong memang masih ada. Berbagai bentuk investasi bodong ini telah menyasar ke masyarakat. Dan saat ini paling banyak masyarakat yang menjadi korban investasi bodong tersebut.

"Investasi bodong karena kekurangan literasi masyarakat terhadap produk lembaga keuangan,"tuturnya.

Investasi, menurut Sukesi adalah upaya membelanjakan uang untuk kepentingan masa depan. Selain itu, investasi adalah upaya masyarakat untuk memenuhi kebutuhan masa depan seperti untuk pendidikan anaknya. Investasi dilakukan juga untuk melindungi aset yang mereka miliki agar tidak hilang di masa yang akan datang.

Karena motivasi masa depan yang menginginkan lebih dari saat ini, maka seringkali dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk kepentingan negatif. Ada pihak-pihak tertentu yang lantas memanfaatkan psikologis masyarakat tersebut untuk menarik keuntungan yang lebih besar. Biasanya pihak yang tidak bertanggunjawab tersebut menjanjikan imbal balik cukup besar.

"Imbal baliknya misal akan mendapat keuntungan fix 30% setiap bulannya,"tuturnya.

Biasanya, keuntungan yang ditawarkan memang di atas suku bunga yang telah ditetapkan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk produk-produk Dana Pihak Ketiga (DPK). Sesuai dengan ketentuan LPS, maka suku bunga tertinggi dari produk DPK yaitu deposito hanya sekitar 8%. Karena itu, ketika ada pihak menawarkan lebih itu maka OJK meminta untuk mewaspadainya.

Investasi bodong sebenarnya sudah ada sejak puluhan tahun silam. Pihaknya mencatat kerugian masyarakat akibat investasi bodong sejak tahun 1975 hingga Agustus 2016 ada ditimbulkan akibat investasi abal-abal ini mencapai jumlah yang fantastis.

OJK mencatat kerugian dari produk-produk arisan berantai, multilevel marketing, koperasi yang abal-abal telah mencapai Rp 126,5 triliun.

"Kami tetap menghimbau kepada masyarakat, kerugian sudah banyak jadi tetap waspada. Kalau ada tawaran di atas batas kewajaran, laporkan atau klarifikasi ke kami,"tuturnya.

Kepala OJK DIY, Fauzi Nugroho mengatakan, untuk meningkatkan angka literasi pihaknya telah melakukan berbagai sosialisasi. Sepanjang 2016 ini, hingga Agustus pihaknya telah melakukan 31 sosialisasi mulai dari pembagian leaflet hingga pertunjukkan ketoprak berisi sosialisasi produk-produk lembaga jasa keuangan hingga waspada investasi.

Kendati demikian, meski sudah gencar melakukan sosialisasi, ia mengakui masih banyak investasi bodong yang beroperasi. Paling banyak adalah investasi online, dan parahnya banyak yang mencantumkan logo OJK untuk menarik investor. Tentu saja, logo tersebut mereka pasang tanpa seizin OJK dan tujuannya untuk membuat seolah produk investasi bodong ini legal.

"Kami sudah melibatkan Kominfo. Kami telah blokir sekitar 50 situs investasi bodong,"ungkapnya.
(dol)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
OECD/INFE - OJK Conference...
OECD/INFE - OJK Conference di Bali
OJK Gelar Edukasi Keuangan...
OJK Gelar Edukasi Keuangan untuk Pelajar
OJK Beri Dua Stimulus...
OJK Beri Dua Stimulus Lanjutan Bagi Sektor Industri Keuangan Non Bank
Bikin Cemas Banyak Orang,...
Bikin Cemas Banyak Orang, Ini Detail Aturan Main POJK Stimulus Covid-19
OJK Pastikan Sektor...
OJK Pastikan Sektor Jasa Keuangan Pada Level Terkendali
OJK Menyadari Pentingnya...
OJK Menyadari Pentingnya GRC Terintegrasi di Sektor Jasa Keuangan
Berita Terkini
Marketing CoE Danantara,...
Marketing CoE Danantara, Jasa Marga Jadi Mentor Pengelolaan Command Center
1 jam yang lalu
Kilau Emas Kembali Lagi...
Kilau Emas Kembali Lagi usai Menguat Rp8 Ribu, Buyback Naik Rp16.000 per Gram
2 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Sumbagut: Antrean BBM di SPBU Mulai Terurai
2 jam yang lalu
Hutan Gundul, Cadangan...
Hutan Gundul, Cadangan Devisa Menguap! Mantan Menkeu Bongkar Patgulipat Ekspor Tambang
3 jam yang lalu
Dari Medan hingga Jakarta,...
Dari Medan hingga Jakarta, Keseruan Nobar Piala Dunia 2026 Bersama BRI Satukan Kita!
4 jam yang lalu
Jaga Pasokan BBM di...
Jaga Pasokan BBM di Sumut: Pertamina Tindak Mobil Tangki Nakal, Terminal dan SPBU Siaga 24 Jam
6 jam yang lalu
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved