150 Perusahaan Siap Ramaikan BuildTech Asia

Senin, 26 September 2016 - 14:03 WIB
150 Perusahaan Siap...
150 Perusahaan Siap Ramaikan BuildTech Asia
A A A
JAKARTA - Edisi keenam BuildTech Asia yang kembali hadir di Singapura pada 18 hingga 20 Oktober 2016, bakal diramaikan 150 perusahaan yang berpartisipasi akan menampilkan beraneka ragam teknologi produktif, bahan bangunan, dan solusi arsitektur serta penyelesaian yang berkualitas. Acara ini digelar untuk memenuhi kebutuhan sektor lingkungan binaan yang terus berkembang di wilayah tersebut.

CEO Building and Construction Authority (BCA) John Keung dalam keterangan tertulisnya mengatakan, BuildTech Asia diselenggarakan bertepatan waktu dengan acara Singapore Construction Productivity Week (SCPW) atau Minggu Produktivitas Pembangunan Singapura) 2016. Dalam kegitan ini akan dikumpulkan para pengembang, arsitek, konsultan, kontraktor, dan pemasok di satu tempat untuk saling bertukar gagasan terkait produktivitas pembangunan, teknologi produktif yang baru, praktik terbaik, dan kisah kesuksesan.

"Tahun ini SCPW akan memfasilitasi pembahasan Design for Manufacturing and Assembly (DfMA - Desain Manufaktur dan Perakitan), meningkatkan kualitas tenaga kerja dan memperbaiki integrasi dalam rantai suplai konstruksi untuk mendorong lompatan produktivitas konstruksi yang jauh ke depan," katanya, Senin (26/9/2016).

Lebih lanjut dikatakan, fase kemajuan berikutnya dalam sektor lingkungan binaan mengharuskan adanya perubahan dalam cara membangun. Oleh karenya pihaknya mendorong sektor lingkungan binaan agar semakin memanfaatkan DfMA lebih jauh lagi.

"Yang berarti memindahkan sebanyak mungkin pekerjaan konstruksi lapangan ke proses pra-fabrikasi pabrik di belakang meja," papar dia

Dengan melakukan hal tersebut, maka dapat mengurangi ketergantungan perusahaan untuk tenaga kerja melalui tingkat otomatisasi yang lebih tinggi. Selain itu bisa untuk meminimalkan dampak pada lingkungan sekitar, mengurangi pemborosan sumber daya selama pembangunan, serta menciptakan tempat kerja yang lebih kondusif dan aman.

"Kualitas bangunan dan infrastruktur pun akan meningkat saat kita berusaha untuk mewujudkan lebih banyak upaya fabrikasi," ujarnya.

Bersama dengan pameran pokok dari berbagai perusahaan mesin dan peralatan konstruksi di BuildTech Asia kepada lebih dari 6.000 pengunjung dari Asia dan seluruh dunia. Selain itu, delapan paviliun negara dari Tiongkok, Indonesia, India, Selandia Baru, dan Korea Selatan akan memamerkan beragam teknologi yang membahas tantangan pembangunan dan konstruksi di beraneka ragam industri vertikal.

Di Indonesia, industri konstruksi diperkirakan akan tumbuh pada tingkat majemuk sebesar 7,87% antara 2015-2019. Saat ini, industri konstruksi mewakili hampir 10% PDB dan bernilai $885 miliar pada tahun 2015.

Permintaan untuk konstruksi sebagian besar akan didanai oleh sektor swasta. Buildtech Asia 2016 bertujuan untuk membekali para kontraktor dan arsitek dengan wawasan baru tentang metodologi konstruksi dan bangunan cerdas, saat integrasi teknologi ke dalam bangunan telah memberikan kontribusi peningkatan produktivitas fungsi bangunan sebesar 3,8%.

"Penghematan biaya dari desain fasilitas, konstruksi dan pengoperasian akan menciptakan keberlanjutan dalam bangunan melalui peningkatan efisiensi," tandasnya.

Chairman Sphere Exhibits Pte Ltd, Chua Wee Phong menambahkan, teknologi sangat memengaruhi sektor lingkungan binaan di Singapura dan wilayah sekitarnya. Selama beberapa tahun ini, pihaknya telah memperkuat kemitraan dengan BCA untuk membantu perusahaan di industri konstruksi agar tetap mengikuti perkembangan teknologi terbaru dalam teknologi produktif melalui penggunaan bahan bangunan dan solusi turnkey yang cerdas.

"Kami sangat senang dapat memperkenalkan kembali solusi arsitektur dan pameran penyelesaian berkualitas tahun ini," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kontribusi Industri...
Kontribusi Industri Properti Terhadap PDB
Re/Max Solusi Ajak Generasi...
Re/Max Solusi Ajak Generasi Muda Terlibat dan Investasi Properti
Pasar Properti Membaik,...
Pasar Properti Membaik, Industri Pendukung Properti Lakukan Ekspansi
Sektor Properti Bangkit...
Sektor Properti Bangkit di 2025, Program 3 Juta Rumah Jadi Pendorong
Industri Properti Berikan...
Industri Properti Berikan Dampak Positif ke Pasar Gipsum
Dana Kurang, Tak Ada...
Dana Kurang, Tak Ada Salahnya Pakai Konsep Rumah Tumbuh
Berita Terkini
Trump Raih Cuan Jumbo...
Trump Raih Cuan Jumbo dari Kripto, Mayoritas Dialihkan ke Saham dan Obligasi
20 menit yang lalu
Prabowo Kumpulin Menteri...
Prabowo Kumpulin Menteri di Hambalang Bahas Harga Khusus BBM untuk Nelayan
10 jam yang lalu
Raih 3 Pengakuan Internasional,...
Raih 3 Pengakuan Internasional, IIF Terus Memperkuat Kapasitas Pendanaan Infrastruktur
10 jam yang lalu
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating dan Outlook Kredit Indonesia, Purbaya: Arah Kebijakan Ekonomi Terjaga
10 jam yang lalu
Danamon Prasmul EduWealth...
Danamon Prasmul EduWealth Menjawab Tren Kenaikan Biaya Pendidikan: Ekosistem Pendanaan dan Proteksi
11 jam yang lalu
Sensus Ekonomi Tak Hanya...
Sensus Ekonomi Tak Hanya Dilakukan Indonesia: Gerakan Global yang Diikuti Malaysia hingga Zimbabwe
11 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Pria...
10 Negara dengan Pria Tertampan di Dunia, Siap Bikin Jatuh Hati!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved