Darmin: Holding Pangan Paling Lemah padahal Penting

Senin, 26 September 2016 - 14:25 WIB
Darmin: Holding Pangan...
Darmin: Holding Pangan Paling Lemah padahal Penting
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, di antara kesiapan enam sektor holding, pembentukan holding pangan dinilai paling lemah. Padahal, sejauh ini holding pangan paling penting untuk didahulukan lantaran berkaitan dengan kestabilan pangan Indonesia.

‎Selain itu, pemerintah dinilai perlu mengkaji lebih dalam desain terkait rencana pembentukan perusahaan induk (holding) Badan Usaha Milik Negara (BUMN), karena menurutnya, Kementerian BUMN perlu membenahi beberapa sektor yang belum siap.

"Kementerian BUMN perlu mengevaluasi sektor mana yang paling siap. Kalau yang saya lihat, holding pangan ini paling lemah, padahal itu penting dan perlu sekali," kata Darmin dalam Rapat Koordinasi Pembahasan Holding BUMN, Senin (26/9/2016).

‎Dalam proses pembentukan holding BUMN yang direncanakan, ada enam sektor yang akan dibentuk. Keenam sektor itu adalah energi, pangan, logistik, keuangan, pertambangan dan infrastruktur. Dari enam holding yang diusulkan, holding BUMN energi menjadi yang pertama mendapat persetujuan Presiden. "Itu sudah mendapat persetujuan dari Presiden, tinggal dijalankan," kata Darmin.

Demi mempercepat realisasi pembentukan holding BUMN, pemerintah akan merevisi Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2005 Tentang Tata Cara Penyertaan dan Penatausahaan Modal Negara Badan Usaha Milik Negara dan Perseroan Terbatas.

Revisi PP tersebut akan menjadi referensi hukum untuk Peraturan Pemerintah lainnya di masing-masing sektor holding BUMN. "Mengenai PP Nomor 44 Tahun 2005, kita akan selesaikan dalam sepuluh hari ini," kata dia.

‎Sementara, Menteri BUMN Rini Soemarno menegaskan pembentukan holding tidak hanya menguntungkan perusahaan holding tetapi juga memberikan keuntungan bagi BUMN yang tergabung dalam holding tersebut.

"Kita melihat banyak perusahaan BUMN kekurangan modal. Diharapkan holding ini bisa meminjam dan dengan pembayaran bunga melalui operasionalnya," kata Rini.

Menurut Kementerian BUMN, ada enam manfaat pembentukan holding BUMN. Pertama, kemandirian keuangan tanpa penambahan PMN. Kedua, membuka lapangan kerja baru. Ketiga, Mendorong ketahanan pangan. Keempat, mempercepat penyediaan perumahan rakyat. Kelima, dividen dan pajak pemerintah meningkat dan keenam, infrastruktur efisien dan terintegrasi.
(izz)
Berita Terkait
Holding BUMN Pangan...
Holding BUMN Pangan Ditargetkan Rampung September 2021
BUMN Klaster Pangan...
BUMN Klaster Pangan Resmi Digabung, Ini Susunan Lengkap Direksi dan Komisaris
Holding Pangan Jadi...
Holding Pangan Jadi ID Food, Erick Thohir: Perbaiki Rantai Pasok!
Nyaris Setahun Berdiri,...
Nyaris Setahun Berdiri, Apa Gebrakan Holding BUMN Pangan?
11 BUMN Punya Gawean...
11 BUMN Punya Gawean Baru Demi Genjot Ketahanan Pangan RI
BUMN-BUMN Ini Segera...
BUMN-BUMN Ini Segera Dimerger untuk Bentuk Holding BUMN Pangan
Berita Terkini
Ditampar Tarif Impor...
Ditampar Tarif Impor Baru Trump, IHSG Diramal Ambruk Lagi ke 6.150
10 menit yang lalu
Eropa Butuh Rp182,5...
Eropa Butuh Rp182,5 Triliun demi Mengamankan Pasokan 250 Kargo Gas Alam Cair
1 jam yang lalu
Tarif Impor Terbaru...
Tarif Impor Terbaru Trump Hantam Negara-negara Termiskin, Bagaimana Nasibnya
2 jam yang lalu
KAI Group Angkut 16,3...
KAI Group Angkut 16,3 Juta Penumpang Selama Angkutan Lebaran 2025
5 jam yang lalu
Harga Minyak Ikut Lunglai...
Harga Minyak Ikut Lunglai Terpukul Tarif Resiprokal Trump
6 jam yang lalu
Pascalebaran, Harga...
Pascalebaran, Harga Beras, Bawang, Cabai, hingga Daging Mulai Turun
6 jam yang lalu
Infografis
Danau Laguna Verde,...
Danau Laguna Verde, Danau Paling Beracun di Dunia
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved