Bursa Asia Lesu, IHSG Dibuka Kembali Memerah
Selasa, 27 September 2016 - 09:13 WIB
Bursa Asia Lesu, IHSG Dibuka Kembali Memerah
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan hari ini kembali memerah, dengan penurunan sebesar 0,26% atau setara dengan 14,01 poin ke level 5.338,13. Penyusutan IHSG ini mengiringi mayoritas bursa Asia yang juga mengalami tekanan.
Sementara pada perdagangan kemarin, pasar saham Tanah Air ditutup berakhir melemah 36,77 poin atau 0,68% ke level 5.352,14. Pelemahan tersebut di saat mayoritas bursa utama Asia berakhir negatif.
Dilansir Reuters, Selasa (27/9/2016) bursa saham Asia dibuka melemah, setelah Wall Street kemarin ditutup turun di tengah meningkatnya volatilitas karena investor terus mengawasi pertemuan resmi OPEC di Aljazair dan memandang ke depan terkait debat pertama calon presiden Amerika Serikat (AS).
Di Australia, Indeks ASX 200 turun 1,01% pada awal perdagangan, dengan sektor keuangan melemah cukup dalam hingga 1,53%, dan sektor energi turun 1,2%.
Beberapa bank besar di negara ini dijual masing-masing lebih dari 1%. Saham ANZ turun 1,27%, Commonwealth Bank of Australia turun 1,42%, Westpac melemah 1,81%, dan National Australia Bank lebih rendah sebesar 1,32%.
Di Korea Selatan, indeks Kospi lebih rendah sebesar 0,67%. Di Jepang, Indeks Nikkei 225 turun 1,28% dan indeks Topix turun 1,3% di tengah kenaikan yen semalam. Yen Jepang menguat terhadap USD yang diperdagangkan pada level 100,35.
Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp28 miliar dengan 8 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp15,25 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp21,22 miliar dan aksi beli sebesar Rp5,96 miliar. Tercatat 12 saham menguat, 22 saham melemah dan 10 saham stagnan.
Saham-saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp375 menjadi Rp64.375, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) naik Rp75 menjadi Rp9.925, dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) naik Rp75 menjadi Rp44.925.
Di sisi lain saham-saham yang melemah di antaranya PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun Rp250 menjadi Rp15.100, PT United Tractors Tbk (UNTR) turun Rp200 menjadi Rp17.000, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun Rp150 menjadi Rp11.875.
Sementara pada perdagangan kemarin, pasar saham Tanah Air ditutup berakhir melemah 36,77 poin atau 0,68% ke level 5.352,14. Pelemahan tersebut di saat mayoritas bursa utama Asia berakhir negatif.
Dilansir Reuters, Selasa (27/9/2016) bursa saham Asia dibuka melemah, setelah Wall Street kemarin ditutup turun di tengah meningkatnya volatilitas karena investor terus mengawasi pertemuan resmi OPEC di Aljazair dan memandang ke depan terkait debat pertama calon presiden Amerika Serikat (AS).
Di Australia, Indeks ASX 200 turun 1,01% pada awal perdagangan, dengan sektor keuangan melemah cukup dalam hingga 1,53%, dan sektor energi turun 1,2%.
Beberapa bank besar di negara ini dijual masing-masing lebih dari 1%. Saham ANZ turun 1,27%, Commonwealth Bank of Australia turun 1,42%, Westpac melemah 1,81%, dan National Australia Bank lebih rendah sebesar 1,32%.
Di Korea Selatan, indeks Kospi lebih rendah sebesar 0,67%. Di Jepang, Indeks Nikkei 225 turun 1,28% dan indeks Topix turun 1,3% di tengah kenaikan yen semalam. Yen Jepang menguat terhadap USD yang diperdagangkan pada level 100,35.
Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp28 miliar dengan 8 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp15,25 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp21,22 miliar dan aksi beli sebesar Rp5,96 miliar. Tercatat 12 saham menguat, 22 saham melemah dan 10 saham stagnan.
Saham-saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp375 menjadi Rp64.375, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) naik Rp75 menjadi Rp9.925, dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) naik Rp75 menjadi Rp44.925.
Di sisi lain saham-saham yang melemah di antaranya PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun Rp250 menjadi Rp15.100, PT United Tractors Tbk (UNTR) turun Rp200 menjadi Rp17.000, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun Rp150 menjadi Rp11.875.
(izz)
Lihat Juga :