Rupiah Dibuka Semakin Perkasa Dekati Level Rp12.000/USD

Selasa, 27 September 2016 - 10:19 WIB
Rupiah Dibuka Semakin...
Rupiah Dibuka Semakin Perkasa Dekati Level Rp12.000/USD
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini dibuka semakin perkasa, bahkan mencoba meninggalkan level Rp13.000/USD. Sementara USD terlihat stabil baik terhadap yen maupun terhadap euro.

Menurut data Yahoo Finance, rupiah dibuka berada di level Rp13.024/USD dengan kisaran harian Rp12.998-Rp13.025/USD. Pada pukul 10.10 WIB posisi rupiah terlihat jauh semakin perkasa hingga di posisi Rp12.975/USD dibanding penutupan kemarin di level Rp13.055/USD.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka perkasa di level Rp13.027/USD. Posisi ini jauh menguat dari posisi kemarin di level Rp13.076/USD.

Posisi rupiah menurut data Bloomberg pada pembukaan hari ini berada pada level Rp13.030/USD atau jauh meguat dibanding penutupan kemarin di level Rp13.041/USD. Nahkan, pada pukul 10.10 WIB semakin bergerak menguat ke level Rp13.011/USD dengan kisaran level Rp13.004-Rp13.042/USD.

Pada data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah juga menguat ke level Rp13.030/USD, atau mengalami penguatan dibanding penutupan kemarin di posisi Rp13.095/USD.

Sementara dilansir Reuters, Selasa (27/9/2016) USD stabil terhadap yen karena pasar sepertinya berhati-hati dan mencermati debat calon presiden AS Hillary Clinton dan Donald Trump.

"Perdebatan presiden pertama belum tentu memutuskan seluruh hasil, tetapi berpotensi membawa ketidakstabilan ke pasar ekuitas dengan meningkatkan ketidakpastian yang bisa memenangkan pemilu," kata Junichi Ishikawa, analis FX senior di IG Securities di Tokyo.

"Itu akan meningkatkan risk aversion, sudah lebih tinggi di tengah kekhawatiran perbankan Eropa, dan menangani pukulan tambahan terhadap USD. Kita bisa melihat dukungan USD terhadap yen di level 100," imbuhnya.

Euro terhadap USD pun tercatat stabil di level 1,1249 setelah kemarin membukukan kentungan berturut-turut di hari keempat. USD juga stabil terhadap yen di level 100,350 setelah menyentuh level terendah dalam satu bulan di posisi 100,085.

Yen menguat pekan lalu setelah Federal Reserve menahan suku bunga dan sebagai efektivitas Bank of Japan melakukan langkah-langkah pelonggaran moneter menyusul keputusan kebijakan terbaru.

Di sisi lain, dolar Selandia Baru berhasil menarik diri dari posisi terendah dalam satu bulan di level 0,7221 terlihat pada Senin atas reaksi terhadap data yang menunjukkan lonjakan defisit perdagangan negara tersebut.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
24 menit yang lalu
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
54 menit yang lalu
Pelemahan Emas Antam...
Pelemahan Emas Antam Berlanjut ke Rp2.6 Juta per Gram, Ini Daftar Lengkapnya
2 jam yang lalu
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
4 jam yang lalu
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
4 jam yang lalu
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
5 jam yang lalu
Infografis
Resmi Dibuka, Ini Formasi...
Resmi Dibuka, Ini Formasi Sekolah Kedinasan 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved