Susi Pudjiastuti Akui Sempat Frustrasi Jadi Menteri
Rabu, 28 September 2016 - 20:01 WIB
Susi Pudjiastuti Akui Sempat Frustrasi Jadi Menteri
A
A
A
JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti selama ini banyak dikenal karena gebrakannya melawan para pelaku penangkapan ikan ilegal (illegal fishing), yang mencuri di laut Indonesia. Bahkan, aksinya menenggelamkan kapal pencuri ikan banyak disanjung oleh kalangan internasional.
Namun, siapa sangka menteri yang terkenal dengan gayanya yang nyentrik ini pernah merasa frustrasi dengan jabatan yang diamanatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepadanya. Karena baginya, membuat suatu perubahan bukanlah hal mudah dan penuh rintangan.
"Membuat sebuah perubahan itu bukan hal yang mudah. Kadang frustrasi dan mau pulang saja. Kalau pulang, sepi nanti enggak ada Susi di Jakarta. Ya sejahat-jahatnya ngebomin kapal, tapi tetap masih dicari orang kan," katanya saat berbincang santai dengan wartawan di kantornya, Jakarta, Rabu (28/9/2016).
Sejak awal Presiden Jokowi mendaulatnya sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, yang terpikirkan dalam benaknya hanyalah kerja dengan benar. Mantan Bos Susi Air ini hanya ingin bisa berkontribusi dalam memperbaiki republik Indonesia.
"Kita mau kerja benar. Punya keinginan hati memperbaiki negara meskipun tidak gampang dan banyak persoalan. Karena membuat sebuah perubahan memang bukan hal mudah," imbuh dia.
Dia mengaku sebagai orang yang konsisten dan apa adanya. Jika sudah memutuskan sesuatu, maka pantang baginya untuk mengubah kebijakan tersebut. "Saya adalah salah satu orang dengan tipe apa adanya. Saya tidak pernah, never say to different. Say a ya a. Say b ya b. Berani to be true, saya tidak mau not true, karena tidak true itu susah," tandasnya.
Namun, siapa sangka menteri yang terkenal dengan gayanya yang nyentrik ini pernah merasa frustrasi dengan jabatan yang diamanatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepadanya. Karena baginya, membuat suatu perubahan bukanlah hal mudah dan penuh rintangan.
"Membuat sebuah perubahan itu bukan hal yang mudah. Kadang frustrasi dan mau pulang saja. Kalau pulang, sepi nanti enggak ada Susi di Jakarta. Ya sejahat-jahatnya ngebomin kapal, tapi tetap masih dicari orang kan," katanya saat berbincang santai dengan wartawan di kantornya, Jakarta, Rabu (28/9/2016).
Sejak awal Presiden Jokowi mendaulatnya sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, yang terpikirkan dalam benaknya hanyalah kerja dengan benar. Mantan Bos Susi Air ini hanya ingin bisa berkontribusi dalam memperbaiki republik Indonesia.
"Kita mau kerja benar. Punya keinginan hati memperbaiki negara meskipun tidak gampang dan banyak persoalan. Karena membuat sebuah perubahan memang bukan hal mudah," imbuh dia.
Dia mengaku sebagai orang yang konsisten dan apa adanya. Jika sudah memutuskan sesuatu, maka pantang baginya untuk mengubah kebijakan tersebut. "Saya adalah salah satu orang dengan tipe apa adanya. Saya tidak pernah, never say to different. Say a ya a. Say b ya b. Berani to be true, saya tidak mau not true, karena tidak true itu susah," tandasnya.
(akr)
Lihat Juga :