Mata Uang Komoditas Pulih, Rupiah Dibuka Melemah Tipis

Kamis, 29 September 2016 - 10:08 WIB
Mata Uang Komoditas...
Mata Uang Komoditas Pulih, Rupiah Dibuka Melemah Tipis
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini dibuka melemah, meski masih berada di level Rp12.000/USD. Pelemahan ini di tengah menguatnya mata uang komoditas.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka di level Rp12.952/USD. Posisi ini melemah dari posisi kemarin di level Rp12.926/USD.

Menurut data Yahoo Finance, rupiah dibuka mendatar di Rp12.945/USD dengan kisaran harian Rp12.924-Rp12.953/USD. Namun, pada pukul pukul 10.00 WIB posisi rupiah terlihat semakin melemah hingga di posisi Rp12.951/USD.

Data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah juga melemah tipis ke level Rp12.950/USD dibanding penutupan kemarin di posisi Rp12.949/USD.

Posisi rupiah menurut data Bloomberg pada pembukaan hari ini berada pada level Rp12.947/USD. Nilai tersebut memang menguat dari posisi kemarin di level Rp12.957/USD, namun pada pukul 10.000 WIB rupiah berada di level Rp12.954/USD.

Sementara dilansir Reuters, Kamis (29/9/2016), mata uang komoditas menguat setelah OPEC sepakat untuk memangkas produksi minyak dan menjadi kesepakatan pertama sejak 2008, meningkatkan harga minyak cukup tajam.

OPEC akan mengurangi produksi ke level 32,5-33,0 juta barel per hari, atau mengalami pengurangan sebesar 0,7-2,2% dari perkiraan produksi OPEC saat ini di level 33.240.000 barel per hari. Harga minyak naik dengan patokan minyak internasional, brent naik tertinggi dalam 2,5 bulan terakhir.

Perekonomian Kanada, yang sangat bergantung pada ekspor minyak, melihat mata uangnya menguat terhadap USD ke level 1,3068, setelah kemarin naik 0,9% dan menjadi kenaikan harian terbesar dalam sebulan.

Dolar Australia terhadap USD juga mencapai level tertinggi dalam tiga pekan ke 0,7696, sebagai negara ekspor berbagai sumber daya alam meskipun itu adalah pengimpor minyak.

Namun, beberapa analis memperingatkan bahwa kesepakatan pembatasan minyak meninggalkan rincian penting tentang berapa banyak masing-masing negara akan menghasilkan akan diputuskan pada pertemuan OPEC secara resmi berikutnya pada November.

"Bisa jadi semua orang berpikir bahwa mereka tidak memangkas produksi sendiri. Saya pikir pasar masih belum sepenuhnya yakin," kata Daisuke Uno, kepala strategi di Sumitomo Mitsui Bank.

Di sisi lain, USD naik terhadap yen ke level 100,92, merayap naik dari posisi rendah dalam satu bulan di level 100,085. hal ini didukung oleh pemulihan harga minyak yang berimbas pada sektor saham energi.

Sementara, euro terhadap USD sedikit berubah pada level 1,1222, pulih dari posisi rendah kemarin di level 1,1182 sebagian dibantu oleh kenaikan saham Deutsche Bank (DBKGn.DE).
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Rupiah Tengah Pekan...
Rupiah Tengah Pekan Berpeluang Perkasa Saat Dolar AS Mengalami Tekanan
Berita Terkini
PINDEX 2026 Dibuka,...
PINDEX 2026 Dibuka, Pertamina Patra Niaga Tampilkan Inovasi Engineering Energi Hilir
14 menit yang lalu
Rupiah Jebol Tembus...
Rupiah Jebol Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pelemahan Terburuk Sepanjang Sejarah
19 menit yang lalu
IHSG Rontok Lagi Hari...
IHSG Rontok Lagi Hari Ini, Tak Lama Pembukaan Anjlok 1,25% ke 5.866
43 menit yang lalu
IHSG Nyungsep, Purbaya...
IHSG Nyungsep, Purbaya Tuding Rumor Downgrade S&P Jadi Biang Kerok
1 jam yang lalu
Didimax Rayakan Ulang...
Didimax Rayakan Ulang Tahun ke-27, Kepala Bappebti Berikan Apresiasi
1 jam yang lalu
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
1 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved