Euro Jatuh, Rupiah Berakhir Jeblok Balik ke Level Rp13.000/USD
Jum'at, 30 September 2016 - 16:52 WIB
Euro Jatuh, Rupiah Berakhir Jeblok Balik ke Level Rp13.000/USD
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini ditutup semakin anjlok, bahkan balik lagi menembus level Rp13.000/USD. Kondisi rupiah tersebut seiring dengan melemahnya euro terhadap franc Swiss, USD, dan yen.
Menurut data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah berakhir berada di posisi Rp13.051/USD. Level ini tercatat makin melemah hingga 74 poin dari posisi kemarin yang berada di level Rp12.977/USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg sore ini berada pada level Rp13.042/USD atau berkurang 70 poin dibanding penutupan kemarin yang berada di level Rp12.972/USD dengan kisaran harian Rp12.981-Rp13.055/USD.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah berakhir di level Rp13.047/USD atau melemah 77 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp12.970/USD dengan kisaran harian Rp12.950-Rp13.047/USD.
Di sisi lain, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah berada di level Rp12.998/USD. Posisi ini melemah dari posisi kemarin di level Rp12.952/USD.
Dilansir Reuters, Jumat (30/9/2016) euro jatuh ke level terendah dalam dua bulan terhadap safe haven franc Swiss dan melemah secara luas pada hari ini. Hal tersebut dikarenakan adanya kekhawatiran tentang kesehatan Deutsche Bank yang membebani mata uang tunggal dan merusak selera risiko di pasar global.
Swiss franc juga didukung oleh ekspektasi bahwa investasi Timur Tengah bisa menarik uang dari Amerika Serikat dan menjadi safe haven sebagai mata uang alternatif seperti franc.
Franc memukul delapan pekan terhadap euro ke level 1,08125 di sesi London. Euro pun turun 0,4% terhadap USD menjadi 1,11775, sementara itu kehilangan 0,6% terhadap yen diperdagangkan pada level 112,77.
Yen, juga dilihat sebagai mata uang safe-haven, telah kembali pulih terhadap USD seperti harga saham global merosot di tengah kekhawatiran tentang Deutsche Bank (DBKGn.DE), di bawah tekanan dari denda besar yang dikenakan Amerika Serikat atas penjualan sekuritas berbasis mortgage.
Menurut data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah berakhir berada di posisi Rp13.051/USD. Level ini tercatat makin melemah hingga 74 poin dari posisi kemarin yang berada di level Rp12.977/USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg sore ini berada pada level Rp13.042/USD atau berkurang 70 poin dibanding penutupan kemarin yang berada di level Rp12.972/USD dengan kisaran harian Rp12.981-Rp13.055/USD.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah berakhir di level Rp13.047/USD atau melemah 77 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp12.970/USD dengan kisaran harian Rp12.950-Rp13.047/USD.
Di sisi lain, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah berada di level Rp12.998/USD. Posisi ini melemah dari posisi kemarin di level Rp12.952/USD.
Dilansir Reuters, Jumat (30/9/2016) euro jatuh ke level terendah dalam dua bulan terhadap safe haven franc Swiss dan melemah secara luas pada hari ini. Hal tersebut dikarenakan adanya kekhawatiran tentang kesehatan Deutsche Bank yang membebani mata uang tunggal dan merusak selera risiko di pasar global.
Swiss franc juga didukung oleh ekspektasi bahwa investasi Timur Tengah bisa menarik uang dari Amerika Serikat dan menjadi safe haven sebagai mata uang alternatif seperti franc.
Franc memukul delapan pekan terhadap euro ke level 1,08125 di sesi London. Euro pun turun 0,4% terhadap USD menjadi 1,11775, sementara itu kehilangan 0,6% terhadap yen diperdagangkan pada level 112,77.
Yen, juga dilihat sebagai mata uang safe-haven, telah kembali pulih terhadap USD seperti harga saham global merosot di tengah kekhawatiran tentang Deutsche Bank (DBKGn.DE), di bawah tekanan dari denda besar yang dikenakan Amerika Serikat atas penjualan sekuritas berbasis mortgage.
(izz)