DPR Persoalkan Rights Issue BUMN, Ini Jawaban Menko Darmin

Senin, 03 Oktober 2016 - 18:54 WIB
DPR Persoalkan Rights...
DPR Persoalkan Rights Issue BUMN, Ini Jawaban Menko Darmin
A A A
JAKARTA - Penerbitan saham baru atau rights issue empat Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni PT PP Tbk (PTPP), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), dan PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) masih dipersoalkan Komisi XI DPR. Berbagai argumentasi muncul ketika anggota komisi XI menggelar rapat kerja dengan pemerintah hari ini.

Salah satu argumentasi yang muncul dari anggota dewan terkait pertimbangan pemerintah dalam memberikan tambahan modal bagi keempat BUMN lewat mekanisme rights issue yang sumbernya berasal dari penyertaan modal negara (PMN). Mewakili Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution langsung menanggapinya dengan tegas.

Darmin menjelaskan, sumber pembiayaan banyak jenisnya termasuk dari swasta dan setelah itu tidak ada lagi yang mempersoalkan skema tersebut. "Skema pembiayaan macam-macam, ada yang kerja sama pemerintah dan badan usaha, ini mau diserahkan ke swasta atau negara? Ini pilihan kita," ujarnya di Gedung DPR, Jakarta, Senin (3/10/2016).

Mantan gubernur BI ini menyampaikan, jika penerbitan rights issue terus dipermasalahkan karena terkait PMN maka kredibilitas negara jadi taruhannya. Sebab, proses penerbitan saham baru tersebut paling lambat sudah berjalan pada Desember tahun ini.

"Sudah berjalan prosesnya, paling lambat Desember sudah jalan. Kalau ini tidak kita jalankan, kredibilitas kita (negara) jadi persoalan kecuali ini proyek orang lain dibatalkan boleh, ini proyek kita," kata Darmin.

Menurutnya, DPR dalam melihat proses rights issue jangan terlalu sederhana. Seperti merugikan keuangan negara dan proyek yang dibangun dari penambahan modal tidak dirasakan masyarakat.

"Jangan terlalu sederhana, tidak mungkin empat proyek dibagi ke seluruh rakyat. Kita punya proyek lain di Indonesia Timur, Indonesia Tengah, Indonesia Barat," tuturnya.

Sebelum sanggahan Darmin soal PMN ini muncul, Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Anarulita Muchtar mengatakan, keempat BUMN sudah menghabiskan uangnya untuk hal yang tidak penting seperti membuat anak usaha. Sehingga, penambahan modal dari PMN dinilai kurang tepat.

"Kenapa mau menambah modal harus minta PMN? Mungkin ada bisnis yang enggak fokus. Banyak bikin anak usaha, tolonglah ke depan di saat buat anak usaha itu penting apa enggak?" kata dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bakir Pasaman dan Darmin...
Bakir Pasaman dan Darmin Nasution Masuk Jajaran Petinggi PT Pupuk Indonesia
Gubernur Sumut Bobby...
Gubernur Sumut Bobby Nasution Temui KPK Bahas Pencegahan Korupsi dan Optimalisasi Anggaran
Respon Keluhan Warga,...
Respon Keluhan Warga, Bobby Nasution Tinjau Saluran Drainase yang Bermasalah
Srikandi BUMN Hadirkan...
Srikandi BUMN Hadirkan Lingkungan Kerja yang Inklusif
Saatnya Mencari Nasution...
Saatnya Mencari Nasution yang 'Sakti' untuk Membangun Kota Medan
Kekecewaan Jokowi pada...
Kekecewaan Jokowi pada Sejumlah BUMN Sakit, Direspons DPP Pekat IB dengan Aduan ke KPK
Berita Terkini
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
19 menit yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
43 menit yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
59 menit yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
1 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
1 jam yang lalu
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
1 jam yang lalu
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved