Rupiah Diprediksi Menguat di Tengah Kejatuhan Pounds
Rabu, 05 Oktober 2016 - 08:39 WIB
Rupiah Diprediksi Menguat di Tengah Kejatuhan Pounds
A
A
A
JAKARTA - Rupiah diprediksi masih mampu mengalami kenaikan di tengah kembali menguatnya laju dolar Amerika Serikat (USD). Kurs poundsterling melemah ke level terendah dalam lebih dari tiga dekade akibat terpukul kekhawatiran dampak keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit).
"Diharapkan adanya penguatan pada harga minyak dunia pasca rencana OPEC mengetatkan output produksi dapat menahan penguatan laju USD. Sehingga nantinya rupiah memiliki peluang melanjutkan penguatannya," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Rabu (5/10/2016).
(Baca Juga: Pounds Ambruk Terendah dalam Tiga Dekade, Rupiah Ditutup Mixed)
Lebih lanjut dia memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran level resisten Rp12.970/USD dan support Rp13.020/USD. Sementara, masih adanya dampak dari rilis inflasi dan progress terkait program pengampunan pajak atau tax amnesty masih menjadi penopang laju rupiah di perdagangan kemarin.
Terjadinya inflasi menunjukan masih adanya daya beli masyarakat terutama untuk kelompok makanan yang biasanya menjadi faktor penopang terjadinya inflasi. "Meski terdapat pelemahan lanjutan pada laju GBP namun, rupiah masih dapat bertahan positif," pungkasnya.
"Diharapkan adanya penguatan pada harga minyak dunia pasca rencana OPEC mengetatkan output produksi dapat menahan penguatan laju USD. Sehingga nantinya rupiah memiliki peluang melanjutkan penguatannya," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Rabu (5/10/2016).
(Baca Juga: Pounds Ambruk Terendah dalam Tiga Dekade, Rupiah Ditutup Mixed)
Lebih lanjut dia memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran level resisten Rp12.970/USD dan support Rp13.020/USD. Sementara, masih adanya dampak dari rilis inflasi dan progress terkait program pengampunan pajak atau tax amnesty masih menjadi penopang laju rupiah di perdagangan kemarin.
Terjadinya inflasi menunjukan masih adanya daya beli masyarakat terutama untuk kelompok makanan yang biasanya menjadi faktor penopang terjadinya inflasi. "Meski terdapat pelemahan lanjutan pada laju GBP namun, rupiah masih dapat bertahan positif," pungkasnya.
(akr)