Yen Keok Lawan USD, Rupiah Dibuka Hanya Menguat Tipis
Kamis, 06 Oktober 2016 - 10:09 WIB
Yen Keok Lawan USD, Rupiah Dibuka Hanya Menguat Tipis
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini kembali dibuka menguat tipis, masih di kisaran level Rp12.900/USD. Tren positif yang diperlihatkan mata uang Garuda mengiringi kenaikan USD terhadap yen.
Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka di level Rp12.992/USD. Posisi ini tercatat lebih baik dari posisi kemarin di level Rp12.995/USD.
Penguatan rupiah juga ditunjukkan data SINDOnews bersumber dari Limas, yang dibuka naik ke level Rp12.994/USD dibanding penutupan kemarin yang berada di posisi Rp13.020/USD.
Menurut data Yahoo Finance, rupiah dibuka mendatar dari posisi kemarin di level Rp12.995/USD dengan kisaran harian Rp12.975-Rp13.003/USD. Namun, pada pukul 10.00 WIB, rupiah menguat cukup tinggi di level Rp12.985/USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg pada pembukaan hari ini berada di level Rp13.000/USD. Nilai tersebut melemah tipis dari posisi kemarin di level Rp12.998/USD dengan kisaran harian Rp12.987-Rp13.007/USD. Namun, pada pukul 10.00 WIB rupiah bergerak menguat ke level Rp12.990/USD.
Seperti dilansir Reuters, Kamis (6/10/2016) USD menguat terhadap yen di perdagangan Asia da stabil terhadap rival lainnya menjelang laporan data nonfarm payrolls pekan ini yang bisa memperkuat harapan bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada Desember.
Presiden Fed Chicago Charles Evans mengatakan akan baik-baik saja dengan menaikkan suku bunga AS pada akhir tahun jika data ekonomi AS tetap kokoh. Laporan kerja diperkirakan menunjukkan 175.000 pekerjaan ditambahkan bulan lalu, menurut estimasi median dari 100 ekonom yang disurvei Reuters.
USD terhadap yen di level 103,52 atau tidak jauh dari posisi tertinggi empat pekan kemarin di level 103,57. "Saya menduga kita melihat perdagangan USD/yen pada 2 September tinggi di level 104,32 dan dari sini akan menjadi penting untuk melihat bagaimana harga bereaksi," tulis Chris Weston, kepala strategi pasar di IG di Melbourne.
Euro terhadap USD juga stabil di level USD1,1206 didukung oleh imbal hasil obligasi Eropa lebih tinggi di tengah kekhawatiran Bank Sentral Eropa terkait pembelian obligasi sebelum program pembelian aset berakhir.
Indeks USD terhadap enam mata uang utama di dunia, sedikit lebih tinggi di level 96,153 DXY, tapi masih kalah dari pekan lalu settinggi 96,442. Di sisi lain, poundsterling terhadap USD naik tipis 0,1% menjadi 1,2751.
Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka di level Rp12.992/USD. Posisi ini tercatat lebih baik dari posisi kemarin di level Rp12.995/USD.
Penguatan rupiah juga ditunjukkan data SINDOnews bersumber dari Limas, yang dibuka naik ke level Rp12.994/USD dibanding penutupan kemarin yang berada di posisi Rp13.020/USD.
Menurut data Yahoo Finance, rupiah dibuka mendatar dari posisi kemarin di level Rp12.995/USD dengan kisaran harian Rp12.975-Rp13.003/USD. Namun, pada pukul 10.00 WIB, rupiah menguat cukup tinggi di level Rp12.985/USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg pada pembukaan hari ini berada di level Rp13.000/USD. Nilai tersebut melemah tipis dari posisi kemarin di level Rp12.998/USD dengan kisaran harian Rp12.987-Rp13.007/USD. Namun, pada pukul 10.00 WIB rupiah bergerak menguat ke level Rp12.990/USD.
Seperti dilansir Reuters, Kamis (6/10/2016) USD menguat terhadap yen di perdagangan Asia da stabil terhadap rival lainnya menjelang laporan data nonfarm payrolls pekan ini yang bisa memperkuat harapan bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada Desember.
Presiden Fed Chicago Charles Evans mengatakan akan baik-baik saja dengan menaikkan suku bunga AS pada akhir tahun jika data ekonomi AS tetap kokoh. Laporan kerja diperkirakan menunjukkan 175.000 pekerjaan ditambahkan bulan lalu, menurut estimasi median dari 100 ekonom yang disurvei Reuters.
USD terhadap yen di level 103,52 atau tidak jauh dari posisi tertinggi empat pekan kemarin di level 103,57. "Saya menduga kita melihat perdagangan USD/yen pada 2 September tinggi di level 104,32 dan dari sini akan menjadi penting untuk melihat bagaimana harga bereaksi," tulis Chris Weston, kepala strategi pasar di IG di Melbourne.
Euro terhadap USD juga stabil di level USD1,1206 didukung oleh imbal hasil obligasi Eropa lebih tinggi di tengah kekhawatiran Bank Sentral Eropa terkait pembelian obligasi sebelum program pembelian aset berakhir.
Indeks USD terhadap enam mata uang utama di dunia, sedikit lebih tinggi di level 96,153 DXY, tapi masih kalah dari pekan lalu settinggi 96,442. Di sisi lain, poundsterling terhadap USD naik tipis 0,1% menjadi 1,2751.
(izz)