Euro dan Yen Lemas, Rupiah Berhasil Ditutup Menguat

Kamis, 06 Oktober 2016 - 17:00 WIB
Euro dan Yen Lemas,...
Euro dan Yen Lemas, Rupiah Berhasil Ditutup Menguat
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini ditutup menguat meski tidak terlalu tinggi, dibanding penutupan kemarin. Penguatan rupiah sore ini di tengah menguatnya USD terhadap yen dan euro.

Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah berakhir di level Rp12.986/USD atau menguat dibanding penutupan sebelumnya di level Rp12.995/USD dengan kisaran harian Rp12.975-Rp13.012/USD.

Posisi rupiah menurut data Bloomberg sore ini berada pada level Rp12.987/USD atau masih tercatat menguat dibanding penutupan kemarin yang berada di level Rp12.998/USD dengan kisaran harian Rp12.979-Rp13.019/USD.

Menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah berakhir berada di posisi Rp12.995/USD. Level ini tercatat makin menguat dari posisi kemarin yang berada di level Rp13.020/USD.

Di sisi lain, Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah berada di level Rp12.992/USD. Posisi ini tercatat lebih baik dari posisi kemarin di level Rp12.995/USD.

Dilansir Reuters, Kamis (6/10/2016), USD berhasil menguat dan tertinggi dalam empat pekan terakhir terhadap yen. Hal ini tak terlepas dari data laporan pekerjaan AS dan membantu kenaikan suku bunga AS yang dilakukan The Fed pada akhir tahun ini.

Hasil Treasury AS selama 10 hari terakhir telah menjadi pendorong utama kenaikan terhadap yen tahun ini, mendorong mata uang Jepang kembali ke level 103,71.

Yen juga dalam posisi terendah lima pekan terhadap euro, namun terhadap mata uang lainnya tercatat tidak bergerak. "Jelas, fokus besar adalah data pekerjaan AS, sehingga pasar cenderung menunggu," kata Alexandre Dolci, ahli strategi BBVA di London.

Indeks USD, terhadap beberapa uang utama lainnya tercatat naik 0,2% menjadi 96,284. Terhadap euro, USD juga tercatat naik tipis 0,1% menjadi 1,1195.

Analis dari Morgan Stanley berpendapat bahwa penurunan yen sedang didorong oleh penurunan dalam aktivitas lindung nilai sebagai hasil AS yang naik. "Selama beberapa pekan terakhir, tarif front-end AS telah bergerak lebih tinggi karena harga pasar dalam probabilitas 65% dari tarif Fed pada Desember," kata mereka dalam sebuah catatannya hari ini.

Selain itu, poundsterling terhadap USD melemah 0,3% menjadi 1,2711, hanya sepertiga dari level terendah dalam 31 tahun terakhir.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
42 menit yang lalu
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
10 jam yang lalu
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
11 jam yang lalu
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
11 jam yang lalu
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
12 jam yang lalu
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
12 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved