Jelang Akhir Tahun, Pengembang Perumahan Makin Agresif

Jum'at, 07 Oktober 2016 - 02:05 WIB
Jelang Akhir Tahun,...
Jelang Akhir Tahun, Pengembang Perumahan Makin Agresif
A A A
SEMARANG - Masuknya dana tax amnesty tahap I dan relaksasi loan to value (LTV) mengenai penurunan besaran uang muka rumah, diharapkan segera memberi dampak baik terhadap iklim bisnis properti di Jawa Tengah.

Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) REI Jateng Bidang Promosi, Humas, dan Publikasi Dibya K. Hidayat mengaku, meski sampai akhir tahun penjualan rumah belum mampu memenuhi target yakni 10 ribu unit, namun diharapkan bisa terjadi perubahan signifikan dalam tiga bulan terakhir ini.

Dia mengharapkan, dengan adanya pelonggaran LTV, para pemilik modal yang memiliki dana di luar negeri dan sudah ditarik masuk ke Jateng (repatriasi) bisa diinvestasikan ke bisnis properti. Sehingga semakin menggairahkan pasar properti di Jateng.

"Menjelang akhir tahun 2016, para pengembang perumahan makin agresif untuk meningkatkan penjualan. Tidak hanya melalui pameran, kami juga terus intensif melakukan upaya termasuk promosi dan lainya," katanya di sela-sela pembukaan Pameran REI Expo di Mal Ciputra Semarang, Kamis (6/10/2016).

Dibya mengaku, saat ini pasar properti sudah mulai membaik khususnya untuk perumahan kelas menengah ke atas. Pada segmen tersebut dalam dua bulan terakhir mengalami peningkatan hingga 10%.

Di sisi lain, REI Jateng berharap, kalangan perbankan juga melakukan penurunan suku bunga Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) seiring menurunnya suku bunga acuan Bank Indonesia yang saat ini berada di level 6,5%.

Dia mengakui, saat ini suku bunga KPR yang diberlakukan oleh kalangan perbankan masih di level 8%, dengan fixed rate rata-rata dua tahun. Padahal kata dia, idealnya suku bunga KPR sudah bisa turun di level 7%.

“Saat ini masih relatif banyak perbankan yang menerapkan suku bunga KPR di atas 8% dengan fixed pembayaran selama dua tahun. Sejauh ini hanya Bank Mandiri yang menerapkan suku bunga 7,7% fixed dua tahun,” katanya.

Sementara terkait pameran REI Expo yang digelar mulai 6 sampai 17 Oktober, panitia menargetkan penjulan 70 unit rumah. Pameran kali ini diikuti 18 peserta yang semuanya adalah pengembang perumahan di kelas menengah ke atas.

“Dengan kondisi pasar saat ini yang sudah mulai membaik, kami optimistis target penjualan bisa tercapai,” kata Panitia Pameran Juremi.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Penjualan Properti Menurun,...
Penjualan Properti Menurun, Tapi Rumah di Bawah Rp1,5 M Masih Laku Keras
Waketum REI Ikang Fawzi:...
Waketum REI Ikang Fawzi: Era Covid-19 Bikin Konsumen Lebih Cerdas Belanjakan Uang
Kelas Menengah Milenial...
Kelas Menengah Milenial Dominasi Pembelian Properti Residensial
Ketua REI Jabar 2024-2027...
Ketua REI Jabar 2024-2027 Menyadari Tantangan Sektor Real Estate Makin Berat
Respons Hasil Hitung...
Respons Hasil Hitung Cepat Pemilu, Pengusaha Properti: Kepastian Berusaha Bisa Segera Dihitung
Membangun Standar Baru...
Membangun Standar Baru Industri Properti lewat Indonesia Real Estate Awards 2026
Berita Terkini
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
3 jam yang lalu
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
3 jam yang lalu
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
3 jam yang lalu
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
4 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
4 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
5 jam yang lalu
Infografis
Jadwal Cuti Bersama...
Jadwal Cuti Bersama ASN Tahun 2026, Catat Tanggalnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved