Pengamat: Tax Amnesty Modal Pertumbuhan Ekonomi 2017

Kamis, 06 Oktober 2016 - 22:17 WIB
Pengamat: Tax Amnesty...
Pengamat: Tax Amnesty Modal Pertumbuhan Ekonomi 2017
A A A
JAKARTA - Momentum keberhasilan program pengampunan pajak atau tax amnesty menjadi angin segar yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia 2017 lebih tinggi. Hal ini disampaikan pengamat ekonomi A Tony Prasetiantono.

Dia mengatakan ekonomi Indonesia pada 2017 bisa tumbuh 5,5%, lebih tinggi dari proyeksi pemerintah maupun Bank Dunia sebesar 5,3%. Salah satu pemacu utama optimisme adalah pencapaian program tax amnesty.

“Semula saya memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2017 cuma 5,2% karena sebelumnya saya juga enggak mengira tax amnesty bisa mencapai angka fantastis, perkiraan saya (dana tebusan) cuma Rp60 triliun. Tapi, dengan kesuksesan tax amnesty akan menambah mesin pertumbuhan di 2017,” ujarnya, dalam acara Indonesia Knowledge Forum (IKF) 2016 yang digelar BCA bekerja sama KORAN SINDO di Ballroom The Ritz-Carlton Pacific Place Jakarta, Kamis (6/10/2016).

Tony menganalisa setidaknya terdapat empat faktor yang akan berperan mendorong pertumbuhan ekonomi 2017. Dari sisi fiskal, APBN 2017 akan lebih ekspansif dengan masuknya tambahan penerimaan pajak sebagai dampak dari pelaksanaan tax amnesty.

(Baca: BCA: Dana Repatriasi Lebih dari Rp100 Triliun Pencapaian Besar)

Tony juga berhitung jika dana repatriasi bisa mencapai Rp500 triliun, maka akan ada dana masuk sekitar USD30-40 miliar, sehingga akan menambah cadangan devisa Indonesia menjadi sekitar USD150 miliar. Efeknya, rupiah bisa menguat ke level Rp12.500/USD. Faktor lainnya adalah membaiknya harga komoditas seperti sawit dan batubara, serta penurunan suku bunga karena likuiditas perbankan sudah banyak.

“Jadi, modalnya fiskal atau APBN-nya ekspansif, rupiahnya stabil, harga komoditas mulai membaik, plus suku bunga turun, mulai ada konfiden dari Tax Amnesty, saya kira bank-bank akan mulai ekspansi kredit. Empat hal ini yang membuat saya berpikir tahun depan rasanya (pertumbuhan ekonomi) 5,5% pasti lewat lah,” ucap Komisaris Independen PT Bank Permata Tbk itu.

Tony menambahkan, faktor leadership tak dimungkiri sangat berperan pada keberhasilan Tax Amnesty. Menurutnya, baik presiden Joko Widodo maupun Menteri Keuangan Sri Mulyani memiliki leadership yang baik dan mampu menjadi marketer sehingga timbul kepercayaan.

“Jadi, ini repatriasi karena trust, beda kalau repatriasi karena takut. Ditambah lagi pemerintah juga menawarkan penalty yang menarik, 2% itu masuk akal. Di sisi lain memang enggak ada pilihan karena mulai 2018 semua data perbankan akan bisa dibuka secara internasional. Enggak ada lagi tempat untuk sembunyi di dunia ini di era saat ini,” tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Digelar Satu Bulan,...
Digelar Satu Bulan, BCA Expoversary Online 2021 Gaet 1 Juta Pengunjung
Bank Royal Ganti Nama...
Bank Royal Ganti Nama Jadi Bank Digital BCA
BCA Kanwil IV Catatkan...
BCA Kanwil IV Catatkan Laba Rp1,46 Triliun
Permudah Layanan kepada...
Permudah Layanan kepada Nasabah, BCA Relokasi KCU Metro
BCA Ajak Desa Binaan...
BCA Ajak Desa Binaan Lestarikan Lingkungan Lewat Pengelolaan Sampah
Kuartal I 2020, BCA...
Kuartal I 2020, BCA Kantongi Laba Bersih Rp6,6 Triliun
Berita Terkini
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
20 menit yang lalu
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
45 menit yang lalu
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
1 jam yang lalu
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
1 jam yang lalu
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
10 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
10 jam yang lalu
Infografis
Kaleidoskop 2025: 7...
Kaleidoskop 2025: 7 Peristiwa Ekonomi Paling Heboh di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved