Rupiah Diprediksi Masih Berada di Bawah Rp13.000/USD
Jum'at, 07 Oktober 2016 - 08:24 WIB
Rupiah Diprediksi Masih Berada di Bawah Rp13.000/USD
A
A
A
JAKARTA - Pergerakan laju rupiah terlihat masih mampu bertahan di area support barunya di bawah Rp13.000/USD. Keadaan ini tentu membuat pelaku pasar kembali optimistis.
"Optimis akan adanya kabar baik jelang dirilisnya kinerja emiten di kuartal III/2016 yang diharapkan mampu lebih baik dibanding periode sama di tahun sebelumnya," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Jumat (7/10/2016).
Reza memprediksi rupiah akan bergerak di kisaran resisten di level Rp12.970/USD dan support di level Rp12.995/USD.
Sementara, laju pergerakan mata uang rupiah kemarin mampu kembali menguat meski tipis. Penguatan terbatas ini setelah pelaku pasar wait and see jelang rilis beberapa data ekonomi di AS.
Laju USD bergerak menguat terhadap mayoritas mata uang dunia, termasuk rupiah menyusul komentar hawkish pejabat The Fed. Meski rupiah sempat bergerak melemah, namun terlihat terbatas seiring masih adanya harapan akan membaiknya kondisi dalam negeri.
Laju USD menguat setelah pernyataan Presiden Federal Reserve bagian Clevelanda Loretta Mester yang mengatakan perekonomian AS sudah siap untuk kenaikan suku bunga.
"Dari dalam negeri, laju rupiah tertolong dengan masih adanya sentimen amnesti pajak yang memberikan harapan positif bagi pertumbuhan ekonomi ke depan," pungkasnya.
"Optimis akan adanya kabar baik jelang dirilisnya kinerja emiten di kuartal III/2016 yang diharapkan mampu lebih baik dibanding periode sama di tahun sebelumnya," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Jumat (7/10/2016).
Reza memprediksi rupiah akan bergerak di kisaran resisten di level Rp12.970/USD dan support di level Rp12.995/USD.
Sementara, laju pergerakan mata uang rupiah kemarin mampu kembali menguat meski tipis. Penguatan terbatas ini setelah pelaku pasar wait and see jelang rilis beberapa data ekonomi di AS.
Laju USD bergerak menguat terhadap mayoritas mata uang dunia, termasuk rupiah menyusul komentar hawkish pejabat The Fed. Meski rupiah sempat bergerak melemah, namun terlihat terbatas seiring masih adanya harapan akan membaiknya kondisi dalam negeri.
Laju USD menguat setelah pernyataan Presiden Federal Reserve bagian Clevelanda Loretta Mester yang mengatakan perekonomian AS sudah siap untuk kenaikan suku bunga.
"Dari dalam negeri, laju rupiah tertolong dengan masih adanya sentimen amnesti pajak yang memberikan harapan positif bagi pertumbuhan ekonomi ke depan," pungkasnya.
(izz)