Jokowi Jangan Bandingkan Harga Gas RI dengan Singapura-Malaysia
Selasa, 11 Oktober 2016 - 05:24 WIB
Jokowi Jangan Bandingkan Harga Gas RI dengan Singapura-Malaysia
A
A
A
JAKARTA - Pengamat energi dari ReforMiner Institute Pri Agung Rakhmanto meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak membandingkan harga gas industri yang berlaku di Indonesia dengan harga yang berlaku di Malaysia dan Singapura.
Jokowi memang menginginkan harga gas untuk industri turun menjadi USD5-USD6 per MMBTU guna meningkatkan daya saing industri di Indonesia. Harga tersebut dinilai paling pas di Indonesia yang notabene sepadan dengan negara-negara tetangga.
(Baca: Jokowi Minta Harga Gas Industri Turun Jadi USD6/MMBTU)
"Harga gas sebuah negara tidak bisa apple to apple dibandingkan. Misal harga gas di Singapura dengan di Indonesia, ataupun harga gas di Malaysia dengan di Indonesia," katanya di Jakarta, Senin (10/10/2016).
Menurutnya, harga gas di Malaysia sudah pasti lebih rendah karena disubsidi pemerintah. Sementara, di Singapura dibagi dua, ada yang disubsidi pemerintah dan ada yang tidak disubsidi dan harganya jauh lebih mahal dari Indonesia.
(Baca: Pelaku Industri Yakin Harga Gas Turun Jadi USD5/MMBTU)
Mengutip harga gas di Singapura melalui citygas.com.sg dijelaskan harga gas rata-rata di negara tersebut per 1 Agustus sampai 31 Oktober 2016 termasuk pajak yang dijual ke konsumen mencapai USD18,5 per MMBTU. Sedangkan harga gas di Malaysia karena adanya subsidi mencapai USD6,6 per MMBTU. Adapun di China harga gasnya sebesar USD15 MMBTU dan di Thailand sebesar USD7,5 per MMBTU.
"Jadi, tolonglah siapapun yang menyampaikan informasi ke Presiden Jokowi jangan sepotong-sepotong seolah-olah harga gas kita paling tinggi," tandas Pri Agung.
Baca Juga:
Harga Gas Industri Turun Jadi Daya Tarik Investasi
Jokowi Beri Waktu Satu Bulan Turunkan Harga Gas Industri
Pengusaha Tagih Jokowi Kepastian Penurunan Harga Gas
Jokowi memang menginginkan harga gas untuk industri turun menjadi USD5-USD6 per MMBTU guna meningkatkan daya saing industri di Indonesia. Harga tersebut dinilai paling pas di Indonesia yang notabene sepadan dengan negara-negara tetangga.
(Baca: Jokowi Minta Harga Gas Industri Turun Jadi USD6/MMBTU)
"Harga gas sebuah negara tidak bisa apple to apple dibandingkan. Misal harga gas di Singapura dengan di Indonesia, ataupun harga gas di Malaysia dengan di Indonesia," katanya di Jakarta, Senin (10/10/2016).
Menurutnya, harga gas di Malaysia sudah pasti lebih rendah karena disubsidi pemerintah. Sementara, di Singapura dibagi dua, ada yang disubsidi pemerintah dan ada yang tidak disubsidi dan harganya jauh lebih mahal dari Indonesia.
(Baca: Pelaku Industri Yakin Harga Gas Turun Jadi USD5/MMBTU)
Mengutip harga gas di Singapura melalui citygas.com.sg dijelaskan harga gas rata-rata di negara tersebut per 1 Agustus sampai 31 Oktober 2016 termasuk pajak yang dijual ke konsumen mencapai USD18,5 per MMBTU. Sedangkan harga gas di Malaysia karena adanya subsidi mencapai USD6,6 per MMBTU. Adapun di China harga gasnya sebesar USD15 MMBTU dan di Thailand sebesar USD7,5 per MMBTU.
"Jadi, tolonglah siapapun yang menyampaikan informasi ke Presiden Jokowi jangan sepotong-sepotong seolah-olah harga gas kita paling tinggi," tandas Pri Agung.
Baca Juga:
Harga Gas Industri Turun Jadi Daya Tarik Investasi
Jokowi Beri Waktu Satu Bulan Turunkan Harga Gas Industri
Pengusaha Tagih Jokowi Kepastian Penurunan Harga Gas
(izz)
Lihat Juga :